"Desa Wisata Pela memang layak masuk 50 besar ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) 2022. Masyarakat Desa Pela memang aktif dan kreatif dalam mengembangkan potensi yang ada di desa ini. Salah satunya konsep konservasi dalam upaya melindungi mamalia pesut Mahakam," kata Sandiaga disela kunjungan.
Upaya konservasi pesut mahakam ini, lanjut Sandiaga bertujuan agar menjadi edukasi kepada nelayan dan diharapkan keberlangsungannya masih bisa dinikmati hingga anak cucu nanti baik bagi masyarakat Kutai Kartanegara, Kaltim dan masyarakat nasional secara keseluruhan.
Atas upaya itu, tidak salah jika Desa Pela ini mampu menyabet dan masuk ke dalam 50 besar ADWI 2022. Prestasi ini mampu diraih dalam waktu yang terbilang singkat.
Tak hanya itu, desa ini pun sudah berhasil meraih beberapa penghargaan lainnya. Terhitung sejak umur 9 bulan pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Desa Pela berhasil meraih penghargaan wisata terbaik di Kaltim.
Tahun 2019 lalu, Desa Wisata Pela meraih peringkat dua nasional dalam pendampingan wisata yang dilakukan oleh akademisi. Tahun 2021, Desa Wisata Pela mendapat sertifikasi dan penghargan Menparekraf sebagai desa wisata berkelanjutan.
“Pada tahun 2021, Desa Pela juga masuk 100 besar ADWI. Dan pada tahun ini dari 3.500 desa, Desa Pela berhasil tembus 50 besar wisata terbaik di Indonesia,” beber Sandiaga.
Sementara Edi Damansyah menegaskan pemerintah kabupaten hanya memberi fasilitasi bimbingan serta arahan. "Kami hanya memberikan pendampingan dan fasilitasi, ini memang muncul dari keinginan masyarakat yang melalui Kepala Desa dan para pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis di Desa Pela. Jadi ini bukti nyata manakala kita berkomitmen bahwa pemerintah memberikan dorongan fasilitasi kepada masyarakat, maka ini berhasil yang sudah ditorehkan di Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun," sebut Edi.
Era sekarang adalah era kolaborasi baik pemerintah, masyarakat dan juga dunia usaha. "Dan hari ini hadir juga teman-teman dari Astra, dari Pertamina Hulu Mahakam juga kedepan kami akan terus melakukan pembenahan karena persoalan di sini adalah persoalan sanitasi dan ini cita-citanya di sepanjang pinggir sungai ini akan kita hijaukan kembali dan ini kami sudah putuskan bersama. Selamat sekali lagi saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada warga masyarakat Desa Pela, kepala desa, teman-teman Pokdarwis yang telah bekerja nyata untuk masyarakat," pungkas Edi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur