Dalam sambutannya, Sandiaga menyampaikan bahwa Kemenparekraf memastikan TIFAF masuk dalam 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022. KEN merupakan program baru yang diluncurkan oleh Menparekraf guna membangkitkan geliat event di daerah.
“Saya mendapat laporan ada 100 ribu pengunjung yang hadir selama TIFAF berlangsung. Ini membuktikan TIFAF pantas masuk dalam KEN," ujarnya.
Melalui TIFAF dapat menjadi wadah bagi pelaku musik tradisional, adat istiadat, serta tradisi unik untuk menyalurkan hasrat budaya masing-masing daerah. Hal ini, menurut Sandiaga membuat TIFAF 2022 menjadi momentum untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya nusantara.
“Kegiatan ini menjadi tonggak kebangkitan sektor parekraf di Kukar dan destinasi wisata yang bisa bersaing secara global,” ucapnya.
Ditegaskan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah bahwa Kukar sejatinya memiliki segudang potensi wisata yang layak untuk dikembangkan. Terlebih Kukar juga masuk dalam kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Berbarengan dengan ini, Pemkab Kukar sudah menyiapkan sejumlah program. Salah satunya Program Kukar Kaya Festival, yang akan menggelar 100 festival selama masa kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin. Hal ini juga sudah tertuang dalam RPJMD 2021-2026.
“Tujuannya untuk melestarikan budaya dan mendorong ekonomi di masyarakat Kukar. Sehingga ada konektivitas hubungan antara usaha, baik di lokal Kukar maupun regional dibeberapa daerah,” tegasnya.
TIFAF yang berlangsung selama empat hari 20-24 Juli 2022 ini terlaksana dengan sukses berkat dukungan semua pihak. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Slamet Hadirahardjo menegaskan pihak bersyukur semua pelaksanaan bisa dengan baik dilangsungkan di tiga tempat lokasi utama pagelaran pentas seni budaya yakni sore harinya di Amphitheater bawah jembatan, malamnya di Lapangan Basket Timbau dan Venue Halaman Parkir Stadion Rondong Demang.
"Festival Seni Nusantara Untuk Dunia, Alhamdulillah tema itu tidak sekedar tema, dan terbukti seni Nusantara yang kita tampilkan di TIFAF ini mampu menarik perhatian masyarakat internasional. Multi player efek yang terpenting lainnya ialah, ekonomi kerakyatan UMKM kita juga turut bangkit dengan adanya TIFAF ini. Sukses pelaksanaannya sukses ekonomi kerakyatannya," tukas Slamet.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah