Terpisah, Ketua Kelompok Tani Baanjung Samboja, H Asnawi menyebutkan selain sirup bunga sepatu dan bunga telang, pihaknya juga memproduksi beberapa minuman lainnya yang tentu memiliki khasiat kesehatan bagi siapa saja yang mengkonsumsinya.
"Kami juga ada water kefir, itu adalah minuman fermentasi dari jamur alga, kemudian teh bunga kamboja yang difermentasi juga, kemudian manisan jahe yang sudah dikeringkan jadi manisan. Minuman Gula jahe, keripik kenikir dan ada juga bawang hitam Baanjung," sebut Asnawi.
Asnawi mengungkapkan khusus produk yang telah menjadi ciri khas yakni sirup bunga telang dan bunga sepatu sudah sangat dikenal sampai luar Kalimantan yaitu di Yogyakarta juga Bandung.
"Dan pada Rakor Pertanian di Balikpapan kemarin di Hotel Tirta itu yang dihadiri oleh Gubernur dengan peserta 150 orang, kami dari Baanjung juga menyajikan dan menghadirkan produk itu (sirup bunga telang dan bunga sepatu, red) ke sana," ungkapnya.
Asnawi menceritakan kedua minuman ini diproses tanpa pewarna alami dan untuk bunga sepatu dan bunga telang itu diproduksi menggunakan ramuan yang sama. "Ada serai nya ada jahe nya ada kayu manis dan ada jeruk lemon jadi rasanya perpaduan asam dan manis. Kedua sirup ini juga menjadi minuman kesehatan karena bisa diolah untuk minuman hangat ataupun minuman dingin. Kalau kita sudah coba dan masukkan di kulkas itu ketahanannya bisa satu bulan, tapi kalau misalnya di suhu ruangan normal itu bisa sekitar 10 - 15 hari," tegasnya.
Banyak khasiat yang didapat jika mengkonsumsi secara rutin sirup olahan dari bahan utama bunga sepatu dan bunga telang ini. Khasiat kesehatan yang didapat diantaranya ialah menurunkan tekanan darah, memelihara kesehatan hati, membantu menurunkan berat badan, menurunkan risiko terkena kanker, memiliki sifat antibakteri, menurunkan kolesterol, mengontrol diabetes, menguatkan imun dan aneka khasiat kesehatan lainnya.
"Minuman kesehatan dan minuman herbal tanpa pemanis, pewarna buatan dan pengawet, jadi banyak manfaatnya. Kami pun setiap hari mengkonsumsinya di sini," demikian Asnawi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah