Terpisah, Ketua Kelompok Tani Baanjung, H Asnawi mengungkapkan Kelompok Tani Baanjung menjadi binaan PHM sejak 2017.
"Alhamdulillah kami dipercaya dan menjadi Kelompok Tani satu-satunya di Kalimantan Timur yang dijadikan pusat pelatihan pertanian pedesaan. Sudah ditunjuk dari provinsi dan mereka sudah datang langsung kesini," ungkap Asnawi saat dikunjungi langsung Korankaltim.com, Senin (4/7/2022).
Apa yang telah dilakukan Kelompok Tani Baanjung sungguh inspiratif dan inovatif. Karena kelompok tani Baanjung ini telah membina ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di kawasan Samboja.
"Selain telah membina ibu-ibu KWT, disini dari hasil pertanian telah membuat macam-macam produk seperti minuman bunga sepatu minuman bunga telang dan lain-lain.
Untuk sirup bunga sepatu dan bunga telang itu Pak bupati kita dan Pak gubernur sudah merasakan. Mereka bilang luar biasa dan inspiratif serta inovatif, jadi kalau ke Baanjung sini ya ciri khasnya itu minuman bunga sepatu dan bunga telang itu," ucapnya.
Keberadaan Kelompok Tani Baanjung nyatanya menjadi simbiosis mutualisme oleh PHM. Asnawi menegaskan sejak PHM beroperasi di kawasan Kukar, belum pernah mendapatkan penghargaan memperoleh medali emas dari Kementerian Lingkungan Hidup.
"Pertamina mendapatkan penghargaan medali dari kementerian lingkungan hidup itu dari Baanjung sini yang berkontribusi. PHM sejak berdiri sampai 2010 PHM belum pernah mendapatkan medali emas dari kementerian lingkungan hidup, semenjak melakukan pembinaan bersama kelompok tani Baanjung ini akhirnya mereka bisa mendapatkan penghargaan dua medali emas. Kami pun juga beruntung dengan dibina langsung oleh PHM sehingga bisa mengimplementasikan ide dan gagasan kami dalam bentuk kerja nyata berkat fasilitasi langsung dari Pertamina. Semoga upaya inspiratif dan inovatif Baanjung ini bisa dicontoh oleh kelompok tani lainnya yang ada di seluruh Kukar," demikian Asnawi. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah