Hal ini tentu bertujuan agar turut mensukseskan pesta demokrasi 2024 Pemilu serentak dengan tingginya partisipasi masyarakat untuk memilih.
"Saya mengusulkan harapannya dengan pak Bupati bersama seluruh stakeholder yang ada itu melakukan touring bila perlu alat itu (alat cetak KTP el, red) kita bawa, sehingga tidak ada lagi data pemilih yang tidak tercover," katanya.
Solusi ini menyikapi agar pengalaman tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi lagi perihal kesalahan data adminduk. Salah satu contoh kecil ialah pada saat pembagian raskin untuk warga pra sejahtera. Dalam teknis pembagian raskin ini masih saja terjadi kesalahan karena warga yang mampu secara ekonomi masih saja mendapatkan raskin sedangkan yang layak justru tidak dapat.
"Ini terjadi, apa mungkin RT salah mendata kan tidak, harapan kita penguatan jaringan internet sepakat saya karena masih ada sebagian kecil di daerah Kutai Kartanegara belum maksimal, di jaman sekarang perlu penguatan agar bagaimana seorang camat di Kutai Kartanegara ini bisa kerja sesuai tugasnya. Contohnya kami di Marangkayu yang memiliki 161 RT, ternyata 70 persen RT kita ini tidak mengerti tugasnya. Padahal sudah jelas 2x24 jam untuk melakukan pendataan yang keluar dan yang datang, bahkan yang mati saja tidak tahu. Berarti kan ada fungsi tugas pemerintahan yang tidak jalan disini. Mumpung saat ini masih 2022 penguatan fungsi tugas pemerintahan hingga yang paling bawah harus dilakukan sejak sekarang," harapnya.
Rekson menegaskan perbaikan data masih ada kesempatan untuk dilakukan sejak sekarang. Namun hal tersebut perlu komitmen yang kuat dari semua pemangku kebijakan mulai dari kepala OPD, Camat, Kades, Lurah hingga tingkatan RT.
"Alat cetak itu dibawa ke Kecamatan-kecamatan bergiliran dan para RT kan juga sudah diberi laptop. Kita edukasi mereka agar fungsi-fungsi tugas yang diberikan pemerintah kepada mereka bisa secara baik mereka jalankan. 20 kecamatan kita touring, dari KPU turun, Bawaslu juga turun, Capil juga turun dan Camat menyiapkan tempat, nah baru kita menyisir data. Kalau perlu ada dialog kepada RT yang bersangkutan. Hal ini diupayakan agar tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih juga tinggi di Pemilu serentak 2024. Saran saya kita menguatkan aparatur kita dibawah itu mulai dari camat kades lurah hingga RT," demikian Rekson. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah