Piala tersebut Minggu (29/5/2022) pagi tadi diarak dari simpang tiga Loa Janan menuju Kantor Bupati Kukar untuk penyambutan kafilah Kukar merayakan raihan juara umum kali ini di Ruang Serba Guna.
Bupati Kukar H Edi Damansyah mengucapkan syukur atas hasil ikhtiar dan doa yang menyertai Kafilah Kukar saat bertanding di MTQ ke-43 Kaltim lalu yang juga tidak lepas dari peran serta orang tua peserta.
Tidak menutup kemungkinan, enam kali berturut-turut menjadi target Kukar kedepannya. Namun Edi tetap menekankan soal pembinaan Kafilah Kukar setelah ini. "Kalau pembinaannya baik, hasilnya juga baik," kata Edi.
Ini menurut Edi adalah buah hasil dari evaluasi-evaluasi yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar sejak 2016 lalu dan program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) Alquran yang selama ini digaungkan. Yang mulai sejak itu, Kukar meraih Juara Umum berturut-turut. Pola pembinaannya bahkan melibatkan Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ), Institut Ilmu Quran (IIQ), hingga Lembaga Kaligrafi di Majalengka.
Tak hanya itu, dilakukan peningkatan kompetensi para pelatih dan asesmen dewan hakim agar hasil dari pelatihan Kafilah Kukar benar-benar terstandar.
Singkatnya, Edi mengadopsi pola pembinaan di bidang olahraga untuk kemudian diterapkan dalam pembinaan peserta MTQ asal Kukar ini.
Setelah ini, yang menurutnya sangat penting dilakukan adalah mempersiapkan regenerasi. Akan dilakukan evaluasi salah satunya terkait regenerasi ini.
"Karena sekarang ada tingkatan yang dicapai juara satu, nanti kedepan usianya sudah bertambah dan sudah tidak masuk lagi usianya. Jadi kita menyiapkan lapisan berikutnya, generasi berikut juga harus terencana dengan baik," bebernya.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi dalam menggemakan Alquran di Kukar. Juara umum MTQ ini hanya sasaran antara. "Sasaran utamanya membumikan Al-Quran di Kukar dan nanti mewujudkan generasi yang Qurani di Kukar," tegas Edi.
Pemkab Kukar sudah menyiapkan bonus atas perolehan prestasi kafilah Kukar ini. Bahkan Edi menyebut akan mempersiapkan satu rumah di Tenggarong bagi Kafilah Kukar jika nantinya meraih juara umum pada MTQ tingkat nasional saat mewakili Benua Etam.
"Kalau atlet saja dapat medali emas, masa orang hafal Alquran 30 juz tidak mendapat juga yang seperti itu, jadi biar ada keseimbangan antara dunia dan akhirat," tegas Edi.
Sementara Sekda Kukar Sunggono selaku Ketua LPTQ Kukar menyebutkan, setelah ini akan ada rapat evaluasi Pengurus LPTQ bersama pelatih dan panitia. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar juga ingin dilibatkan dalam hal ini.
"Ada hal-hal baru mungkin yang terlepas dari pengetahuan kami, bisa kami dapatkan dari unsur-unsur lain itu," kata Sunggono.
Mewakili LPTQ Kukar dan segala pihak yang terlibat dirinya menyampaikan terima kasih dan mengucap syukur atas gelar juara lima kali beruntun ini.
Dia menyampaikan permohonan maaf jika selama fasilitasi terdapat kekurangan yang dirasa kurang berkenan dari segala pihak.
"Mudah-mudahan niat bersama untuk membumikan Alquran sebagaimana pak bupati melalui LPTQ, melalui MTQ bisa mencapai bersama di masyarakat," tutup Sunggono. (Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur