Melihat potensi perputaran ekonomi masyarakat di pantai-pantai tersebut, Pemerintah Kecamatan Samboja merasa perlu untuk melakukan pengembangan dan pembinaan di sana, baik di sektor pengembangan objek wisatanya maupun usaha mikro, kecil, dan menengahnya.
"Jadi itulah yang menjadikan kami disitu ada pengembangan wisata kecamatan Samboja. Termasuk Ambors (Lamin), kemudian Bukit Bengkirai sebenarnya, dan ini menjadi program kami," kata Camat Samboja Burhanuddin kepada Korankaltim.com.
Pembinaan yang dilakukan dari pihak kecamatan di antaranya dikerjasamakan dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, dengan pembentukan beberapa Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dinaungi Dispar Kukar. Kemudian pembinaan UMKM yang dilakukan terhadap masyarakat pelakunya bahkan menggandeng perusahaan sekitar.
Menurut camat yang akrab disapa Burhan itu, pantai yang dinilai sudah memenuhi standar pariwisata seperti Tujuh Sapta Pesona adalah Pantai Coconut, kemudian Pantai Duta dan Ambalat.
"Kebetulan pantai Ambalat ini, CSR dari PT PLN yang banyak membantu di sana. Salah satunya fasilitas dan sarana prasarana yang ada mulai listrik, jembatan dan musala dan sarana lain dibangunkan," ungkapnya.
Pengembangan dan pembinaan ini perlu dilakukan terutama untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat samboja dengan memanfaatkan momentum libur ataupun cuti bersama.
Seperti sebelum Ramadan dan pasca Idulfitri lalu, menurut Burhan,n terdapat ribuan wisatawan yang mendatangi pantai-pantai ini sehingga terjadi perputaran ekonomi yang cukup besar di wilayah objek-objek wisata itu.
"Otomatis perekonomian masyarakat itu akan berputar, begitu banyak yang datang sehingga perekonomian masyarakat Samboja bisa berkembang dan meningkat pendapatan masyarakat sektor pariwisata ini," harapnya.
Yang jelas, lanjut Burhan, sektor pariwisata di Samboja membutuhkan penguatan infrastruktur di dalamnya. Seperti Pantai Tanah Merah milik Pemkab Kukar di bawah pengelolaan Dispar Kukar itu, sarana dan prasarananya perlu ditingkatkan mulai dari penambahan gazebo, toilet, dan beberapa sarana pendukung lainnya.
"Selama ini sangat terbatas sekali dan itu perlu dikembangkan mengingat garis pantainya panjang sekali. Dua kilometer dari pintu star (titik masuk) sampai ujung penuh dengan pohon pinus, dan itu yang menjadi daya tarik tersendiri," demikian Burhan. (Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah