Pasar desa di Batubatu anggarannya mencapai Rp1,8 miliar sementara di Desa Liang lebih besar, sekitar Rp3,4 miliar, mengingat pembangunannya nanti menggunakan konstruksi kayu sesuai permintaan masyarakat dan tokoh-tokoh setempat.
"Karena sering banjir dan konstruksi tanahnya menurun ke bawah, makanya menggunakan kayu," jelas Kabid Pasar Disperindag Kukar Malik kepada Korankaltim.com Kamis (1/5/2022) hari ini.
Dua lokasi pasar ini sudah memenuhi persyaratan, mulai dari kelengkapan data pedagang yang bakal mengisinya dan status lahannya clean and clear dan berlokasi di dekat permukiman masyarakat.
Pasar yang bakal dibangunkan ini nantinya bakal dikelola oleh desa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Selain itu juga ada pasar desa yang dibangun lewat dana APBN yaitu pasar di Desa Sebuntal, Marangkayu. Pembangunan pasar ini bakal dibangunkan bermula dari pengusulan yang kemudian disetujui oleh Kementerian Perdagangan.
"Sudah disetujui dan tahun ini juga akan dibangun. Itu dananya sekitar tiga miliar," ucap Malik lagi.
Tahun depan akan ada pasar desa yang dibangunkan di desa lainnya. Per tahunnya direncanakan dibangunkan sebanyak dua pasar, ini akan berangsur selama lima tahun dimulai sejak berlangsungnya RPJMD 2021-2026.
Targetnya sendiri ada lima pasar yang terbangun dalam jangka lima tahun itu. Namun bisa saja melampaui target itu mengingat pasar yang dibangunkan lewat APBN selalu diusulkan Disperindag.
Bidang Pasar Disperindag sebenarnya menginginkan paling tidak terdapat satu pasar di setiap kecamatannya. Sebagaimana diketahui, Kecamatan Tabang belum memiliki pasar, begitu pula Kembang Janggut yang masih dalam pengusulan.
Mereka selalu menginstruksikan kepala desa untuk bersurat ke pihaknya perihal usulan pembangunan pasar agar menjadi dasar pihak memproses surat hibahnya.
"Nanti baru kami mengurusnya melalui BPKAD, nanti kami serahkan berapa biayanya di sana, pagunya sekian dan ini lah nantinya yang akan dikelola desa dan BUMDes," tutup Malik. (Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur