Bupati Kukar Edi Damansyah berjanji akan membangunkan 120 embung dan 120 kilometer jalan usaha tani. Itu merupakan visi misi Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing, dan Mandiri (Kukar Idaman) dan tertuang dalam RPJMD Kukar 2021-2026.
Adapun kegiatan prioritas dalam program tersebut adalah pembangunan 120 unit embung skala kecil, pembangunan atau perbaikan 120 kilometer jalan usaha tani.
Lalu pembentukan unit usaha pertanian pada Perusda, mendorong pembentukan unit usaha pertanian pada BUMDes termasuk koperasi petani. Selain itu, peningkatan areal tanam jagung seluas 30.000 hektare, fasilitasi sarana dan prasarana bagi 25.000 nelayan atau pembudidaya ikan, serta pembangunan sentra IKM.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Sutikno mengungkapkan pembangunan infrastruktur pertanian untuk mendukung kawasan pertanian ini akan dipenuhi secara bertahap. Dia menyebut akan ada lima embung yang bakal dibangunkan tahun ini, namun tahapannya masih masuk dalam perencanaan.
Sementara yang sudah masuk kontrak adalah jaringan irigasi, dan jalan usaha tani.
"Yang sudah kontraktual itu untuk jaringan irigasi, itu di Manunggal Daya, Sebulu. Baru nanti di kelurahan Bukit Biru (Tengagrong), ini jaringan irigasi. Nanti dilanjut jalan usaha tani di lima kawasan tadi," ujarnya.
Untuk pembangunan embung, jalan usaha tani, jaringan irigasi, juga pintu-pintu air akan dibangunkan. Apa yang menjadi Program Dedikasi Kukar Idaman ini tentu sudah menjadi rencana strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Distanak Kukar.
"Tahun ini alhamdulilah ada alokasi 39 miliar, kurang lebih," ungkapnya.
Bupati Kukar Edi Damansyah di beberapa kesempatan menyampaikan, tujuan utama pembangunan pertanian berbasis kawasan ini untuk meningkatkan daya saing wilayah dan komoditas pertanian. Termasuk memperkuat kelembagaan petani dalam mengakses informasi, teknologi, sarana dan prasarana publik, permodalan, hingga pengolahan dan pemasaran produk pertanian.
Tentu ini akan dikerjakan keroyokan dengan stakeholder lain, bersama pemerintahan desa hingga pusat juga dengan melibatkan swasta, perguruan tinggi serta masyarakat petani ataupun nelayan. Yang mana, pembangunan 120 embung skala kecil dan 120 Kilometer jalan usaha tani menjadi dua diantara beberapa kegiatan prioritas program ini.
“dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan akan melakukan intervensi mulai dari hulu (produksi) sampai dengan hilir (pemasaran),” tuturnya. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah