“Melatih bagaimana masyarakat atau khususnya pelaku usaha itu bisa tahu kemasan terhadap produk makanan seperti apa, model kemasan itu seperti apa dan bentuk-bentuk handicraft juga mereka tahu, ohh label ku harus seperti ini kemasanku harus seperti ini agar menarik,” kata Tajuddin.
Narasumber yang dihadirkan dari Klinik UMKM dibawah Binaan Dinas Perindagkop Provinsi Kalimantan Timur yang menyampaikan bagaimana para pelaku usaha bisa memodifikasi kemasan-kemasan itu supaya bisa menarik konsumen.
“Menarik minat orang yang penting kan kemasannya dulu, supaya bisa menarik, isi nomor dua, tapi alangkah baiknya kemasannya bagus isinya juga berkualitas,” sebutnya.
Dinaskop UKM berharap bagi teman-teman UMKM yang berkesempatan mengikuti pelatihan jangan hanya duduk dan mendengarkan saja, tetapi harus mencari inovasi terbaru untuk bisa bagaimana produknya memiliki nilai jual yaitu dari contohnya kemasan produk yang menarik.
“Termasuk juga bagaimana memotong kemasan produk itu supaya bisa menarik orang dan kita tidak ingin jangan cara dulu lagi menggunakan lilin. Tak hanya itu dalam promosinya pun harus menarik yakni dengan menampilkan foto kemasan yang sangat menarik, sangat indah dengan angel foto terbaik sehingga menambah minat supaya orang itu tertarik dengan produk kita,” harapnya.
Ditambahkan Dianto, untuk peserta pelaku UMKM kemarin diikuti oleh 30 orang pelaku UMKM yang sebelumnya diseleksi terlebih dahulu oleh Dinaskop UKM Kukar untuk persyaratan sebagai peserta Bimtek.
“Kemarin 30 orang kita seleksi dulu persyaratannya, ialah harus yang sudah pernah mendapat kan BPUM yang bantuan dari kementerian itu, kemudian peserta juga adalah pelaku usaha yang belum pernah mengikuti pelatihan sejenis. Jadi kita menyeleksi pelaku UMKM yang benar-benar memerlukan pelatihan namun mereka punya produk yang kira-kira sudah punya nilai jual,” terangnya.
Sebagai OPD yang menjadi ujung tombak dalam peningkatan dan pembinaan pelaku UMKM, pihaknya berharap para peserta Bimtek ini nantinya mampu menghasilkan produk yang bisa dijual ke pasar modern dan bisa bersaing dengan produk luar Kukar.
“Dengan adanya pelatihan seperti ini bisa memotivasi mereka untuk bisa membuat produk dengan kemasan yang terbaik, jadi harapan nanti kalau pelaku UMKM binaan dari Dinas Koperasi UKM Kukar ini bisa menembus pasar modern bukan hanya di lokal saja, tapi bisa ekspansi ke luar dan bisa menjadikan para pelaku usaha kita yang mandiri,”kata Dianto. (Adv)
Editor: Aspian Nur