"Film sangat penting menjadi salah satu daya tarik wisata juga. Karena dalam film ini kearifan lokal diangkat, ada budaya, pariwisata, talentnya pemain lokal semua. Memang produsernya dari Jakarta tetapi kru dari sini semua," ungkap David.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar sendiri tertuang di dalamnya program Kukar Kaya Festival. Tidak hanya seni-seni pertunjukan saja, film menjadi salah satu sub sektornya.
Menurut pendataan saat pengisian borang untuk masuknya Kukar sebagai Kabupaten/Kota Kreatif 2019 lalu, diketahui ada sekitar 80-an sineas yang tersebar di kecamatan-kecamatan. Kemudian saat pemutaran film pendek pada acara Mahakam Pride lalu, yang mendaftarkan karyanya ada sebanyak 60 lebih sineas.
Kemudian di kota Tenggarong sendiri, ada tujuh sampai delapan sineas andal. Dispar Kukar melalui program-programnya terus melakukan pembinaan terhadap para sineas ini, salah satunya dalam pembuatan film Perisai Mahakam ini.
Dispar Kukar berharap, pihaknya dapat menggelar workshop terutama untuk kalangan pelajar agar terus lahir sineas-sineas baru.
Sekaligus menyediakan wadah bagi mereka untuk menyalurkan karya-karyanya seperti ajang Festival Mahakam Pride lalu.
"Mungkin tingkatnya lebih besar kalau bisa nasional, kemarin tingkat Kaltim. Ini supaya menantang sineas-sineas lokal bahwasannya pesaingnya bisa dari Jogja dan kota lainnya, sineas lokal kita sendiri pun tidak kalah saing," tutupnya. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur