Inilah yang melatar belakangi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sangatta, Berau dan Bontang berkunjung ke Kukar, Jumat (19/11/2021) siang tadi.
“Jumlah pekerja rentan yang ditanggung premi BPJS ketenagakerjaanya adalah 35440 orang. Jadi tadi ada teman-teman BPJS dari Bontang, Sangatta dan Berau mereka itu datang ke Kutai Kartanegara Dinas tenaga kerja pada prinsipnya mereka ingin belajar terkait dengan program itu,” kata Kepala Dinas Transimgrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar Ahmad Hardi Dwi Putra kepada Korankaltim.com, hari ini.
Ditambahkan Kabid PHI Saker dan Jamsostek Distransnaker Kukar Eko Budi Santoso, Kukar menjadi daerah yang ke tujuh melaksanakan program ini, sedangkan untuk di Kaltim, Kukar lah daerah yang pertama kali melaksanakan program yang juga menjadi intruksi langsung Presiden Jokowi ini.
“Mereka ingin belajar bagaimana cara kami bisa melaksanakan, ya kami sampaikan kenapa kami bisa karena bupati kami memiliki program dedikasi Bupati yaitu Kukar siap kerja, cantolannya itu kemudian yang jelas memang Kukar memiliki keinginan yang besar untuk mensejahterakan pekerja-pekerja rentan itu sekaligus melaksanakan instruksi Presiden terkait dengan optimalisasi jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelas Eko.
Karena ini program yang baru pertama kali dilakukan oleh Kukar, aral rintangan tentu dihadapi oleh Distransnaker dan pihak BPJS Kukar. Namun dengan intensnya koordinasi yang dibangun serta aktif melakukan koordinasi bersama OPD terkait untuk optimalisasi data, akhirnya program yang mengucurkan dana dari APBD-P tahun 2021 senilai Rp1.786.176.000 miliar tersebut akhirnya bisa terealisasi.
“Arahan bupati akhirnya kami intens untuk melaksanakan koordinasi dengan OPD-OPD, langsung digenjot untuk rapat koordinasi dan akhirnya terealisasi sampai dipembayarannya. Jadi kawan-kawan Sangatta, Berau dan Bontang menerapkan itu di daerahnya untuk memberi perlindungan bagi pekerja rentan, karena dari sisi manfaatnya sangat bagus sekali program itu dan itu juga instruksi langsung dari Presiden,” tutup Eko.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur