Namun dimana lokasinya masih belum diketahui. Maman masih enggan untuk mengungkap kepada publik kawasan mana yang bakal dipilih untuk garapan itu.
Rencana ini sebenarnya rencana lama yang belum terealisasi hingga kini, namun ditawarkannya dalam konsep yang berbeda. Bahkan proyek ini digadang-gadang menjadi karya monumental di masa kepemimpinan Bupati Edi Damansyah dan Rendi Solihin.
"Sebagai gagasan, sebagai wacana, sudah lama digagas. Tapi dari dulu kan rencananya ada relokasi, tapi ini ada konsep yang berbeda, makanya saya belum berani buka lokasinya di mana," kata Maman dikonfirmasi Korankaltim.com, Kamis (18/11/2021) siang tadi.
Gagasan ini belum masuk ke dalam rencana strategis (Renstra) Dinas Perkim karena itu mereka akan membuat perencanaan lengkap dengan berapa alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk menggarap proyek itu.
Konsepnya juga perlu disesuaikan dengan apa yang ditawarkan saat menjalani asesmen Seleksi Terbuka JPTP Kukar 2021 lalu.
"Satu saja kata kuncinya, kalau Jogja punya Malioboro, Tenggarong punya kawasan ini. Kita kan belum tahu persis berapa biaya yang dibutuhkan tapi insya Allah ini unggulan saya," sebut Maman. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur