Kepala Dinas Koperasi UKM Kukar H Tajudin mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 jumlah pelaku UMKM sebanyak 56.343 dan ketika pandemi justru meningkat menjadi 60.000 pelaku UMKM.
“Ada sekitar tiga ribu lebih UMKM yang bertambah selama Covid-19 ini,” jelas Tajudin.
Tumbuhnya UMKM ini juga besar peranannya dari pembinaan yang dilakukan Dinas Koperasi UKM Kukar. Adapun banyak UMKM yang tumbuh ialah kategori usaha yang mengolah bahan makanan yakni UMKM kuliner.
“Yang menjadi binaan kami banyak diantaranya UMKM yang bergerak di sektor jenis olahan makanan ada juga yang kemarin budidaya madu kelulut,” sebutnya.
Khusus budidaya kelulut UMKM yang menjadi binaan juga bekerjasama dengan antara pelaku usaha kelulut juga pihak koperasi., baik segi pemasarannya termasuk juga koperasi memberikan fasilitas mendapatkan bantuan alat budidaya.
“Kalau memang ada bantuan dari berbagai pihak, bisa saja melalui jasa baik melalui kementerian bisa saja melalui Kabupaten atau pihak lain yang membantu dan komunitas yang menjadi binaan itu. Bisa juga bantuan melalui CSR perusahaan ataupun pihak ketiga,” papar Tajudin.
Khusus untuk pemasaran produk-produk UMKM, Dinas Koperasi dan UKM telah memberikan binaan dan bimbingan agar memanfaatkan teknologi informasi media sosial yakni melalui pemasaran lewat facebook ataupun instagram. (adv)
Editor: Aspian Nur