Menurut Tajudin, sebuah koperasi dikatakan sehat organisasinya jika secara rutin melakukan RAT sebagai bukti pertanggungjawaban pengurus dengan anggotanya.
“Koperasi ini sudah berdiri selama 39 tahun dan sekarang masih eksis serta rutin melakukan kewajiban-kewajiban keorganisasian. KPRI Dharma Bakti saya rasa layak dijadikan teladan bagi Koperasi-koperasi lainnya yang ada di seluruh kecamatan se-Kukar,” katanya.
Tajudin mengungkapkan, pentingnya sebuah koperasi menggelar RAT setiap tahunnya. Pemkab Kukar melalui Dinas Koperasi dan UKM dalam hal ini berperan sebagai pembina tingkat kabupaten. Pihaknya tetap dan secara berkala rutin melakukan pembinaan dan sebagai bahan evaluasi, kajian dan diskusi dalam rangka mendorong percepatan RAT yang merupakan kewajiban bagi seluruh koperasi di Kukar tanpa terkecuali. Mengingat RAT harus dilaksanakan satu tahun sekali sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus dan pengawas atas kerja dan kinerja dalam satu tahun buku lampau.
“Koperasi meskipun sudah berdiri lama dan manajemennya berjalan baik tetap kami lakukan pembinaan sebagai tupoksi kami Dinas Koperasi dan UKM. Seluruh koperasi perlu pembinaan, pembenahan organisasi, kelembagaan, bidang usaha, manajemen keuangan serta telaah pertanggungjawaban pengurus ataupun pengawas dan sejauh mana partisipasi anggota dalam menyampaikan pendapatnya untuk kemajuan koperasi, karena koperasi itu adalah dari, oleh dan untuk kesejahteraan anggotanya,” tegas Tajudin.
Pendiri KPRI Dharma Bakti H Sunardi menceritakan sejarah berdirinya Koperasi yang didirikannya ini yang beranggotakan para guru-guru SD yang ada di kawasan Tenggarong Kota pada tahun 1980-an lalu. Tepatnya di tahun 1982 Koperasi ini didirikan dengan anggota para guru SD yang berdomisili di kawasan Tenggarong Kota.
“Dulu kan Tenggarong dan Tenggarong Seberang gabung belum berpisah masing-masing kecamatan seperti sekarang. Jadi koperasi ini jenis usahanya adalah jasa simpan pinjam keuangan dari oleh dan untuk para anggotanya,” ucap Sunardi.
Dalam perjalanannya ternyata banyak hal positif yang didapatkan oleh para anggota koperasi yakni sama-sama mampu mendongkrak segi kualitas kesejahteraan masing-masing anggota dan pengurus. Kini KPRI yang memiliki sekretariat di Jalan Pesut, Tenggarong ini beranggotakan 383 orang yang berlatarbelakang dari pegawai negeri yang sebagian besar adalah para guru SD dan juga para pensiunan pegawai.
“Sekarang 383 orang, RAT kemarin selain untuk melaporkan pertanggungjawaban, juga untuk memilih struktur kepengurusan yang baru yakni 2021-2023. Setiap satu periode kepengurusan dijabat selama tiga tahun,” bebernya.
Selain mampu berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan para anggotanya, KPRI Dharma Bakti ternyata dengan bimbingan dan pembinaan yang intens oleh Dinas Koperasi dan UKM Kukar pernah meraih penghargaan koperasi terbaik pada 2016 lalu. Salah satu langkah tepat agar KPRI Dharma Bakti ini berjalan baik dan sehat, Sunardi menegaskan hal tersebut terletak pada profesionalismenya para pengurus koperasi.
“Lika-liku koperasi baik itu ada anggota yang bandel atau apapun itu aral rintangannya pasti terjadi. Kuncinya ada di pengurus, kalau pengurus baik pengelolaan manajemennya, mengedepankan keterbukaan akuntabel dan bertanggungjawab penuh atas mandat yang diberikan pasti jalannya roda organisasi koperasi bagus dan baik-baik saja. Pengurus koperasi jujur, anggota koperasi pun pasti akan mujur,” tegas Sunardi. (adv)
Editor: Aspian Nur