Sunggono menyebut, perlakuannya akan berbeda setiap tahunnya tergantung seberapa intens mobilitas masyarakat menggunakan jembatan tersebut. "Berdasarkan hasil kajian dan informasi dari teman-teman teknis bahwa itu harus dirawat, ya kami lakukan perawatan tahun ini, di APBD perubahan insyaallah," ucapnya.
Diperkirakan perawatan jembatan ini membutuhkan biaya sekitar Rp3,8 miliar. Ditanya terkait perawatan apa yang bakal dilakukan, Sunggono tidak mengetahui secara detail. Dia meminta agar hal ini ditanyakan langsung kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.
Lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin jembatan biasanya mengambil langkah-langkah pembersihan secara umum, pembersihan dan melancarkan genangan, perbaikan kerusakan ringan drainase, pengecatan sederhana, hingga pemeliharaan permukaan lantai.
Tujuan dari perawatan jembatan sendiri untuk meminimalisir kerusakan pada jembatan, kemudian menjaga jembatan dalam kondisi yang bagus secara teknis. Ini juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menahan bencana, memperpanjang keselamatan dan umur pakai jembatan sampai maksimum, serta mendapatkan informasi tentang kondisi dari setiap komponen jembatan.
Pengumpulan data teknis dan manajemen akan diperlukan sebagai dasar untuk pemeliharaan dan penggantian serta perkuatan di masa mendatang, sekaligus menjaga agar tidak terdapat halangan pada jembatan sehingga memaksimalkan kapasitas lalu lintas.
"Pengecekan semua kabel, tapi yang utama mungkin pengecatan jembatan yang sudah dilihat nggak pantas lagi," jelas Sunggono. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur