"Kemarin kami juga mendapatkan bantuan dari PT ABP (Alamjaya Bara Pratama) terkait panggung di depan (kantor Kekraf,red) itu, teman-teman dari kecamatan mau tampil kami silakan," kata Wiyono kepada Korankaltim.com, Minggu (7/11/2021).
Kendati panggungnya terbilang kecil, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada PT ABP yang turut andil dalam memberi ruang kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kukar. Panggung tersebut, lanjut Wiyono, menjadi awal para pelaku ekonomi kreatif untuk memampangkan karya sekaligus diperkenalkan kepada publik.
Menurutnya, pelaku industri kreatif seperti band-band yang ada di Kukar ini sudah cukup bagus. Hal ini diketahuinya saat peluncuran album kompilasi Global Arise pada 2020 lalu, band-band dari kecamatan tampil dengan performa yang mantap.
"Rasanya perlu kita kenalkan di sini, kita kasih ruang kepada mereka. Kemudian juga produk-produk kriya itu, kalau ini relatif sudah representatif tempatnya akan kita displai di sini. Jadi pengunjung dari luar daerah nanti mereka bisa melihat ke sini," tuturnya.
Para pelaku ekonomi kreatif juga diminta terus mengembangkan karyanya agar terus mampu bersaing dengan daerah-daerah lain. Selain itu, pihaknya akan mengembangkan pasar berbasis digital agar produk-produk ekonomi kreatif itu dapat dipasarkan tak terbatas ruang dan waktu.
"Kalau daerah kita bisa bersaing tentunya kita akan membantu mengkolaborasikan itu. Membangun jejaring dengan pihak lain bagaimana produk-produk komunitas ekonomi kreatif ini bisa berkembang dengan baik," demikian Wiyono. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan