Pemerintah tidak akan mampu memberantas permasalahan narkoba di wilayah tanpa ada partisipasi dari masyarakat.
"Maka bagaimana relawan yang dapat mencegah dari hulu terkait dengan bahaya narkoba, sama seperti terorisme, penting bagi masyarakat dan penerus anak cucu kita," kata Taufik.
Misi Bupati Kukar Edi Damansyah adalah membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia. Kegiatan ini menjadi dasar utama mengawali kerja bersama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
"Jadi pemerintah melalui program BNN Provinsi dengan Pemkab mengikuti program kerja yang menjadi programnya presiden, di mana narkoba adalah musuh utama," ujarnya.
Diharapkannya, 193 desa di Kukar juga menjadi Desa Bersinar layaknya Desa Bangun Rejo ini.
Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana menyebutkan, ditunjuknya desa Bangun Rejo ini karena diketahui banyak oknum masyarakat yang mengedarkan narkoba di salah satu desa di Kecamatan Tenggarong Seberang ini.
"Masih adanya peredaran gelap di antara masyarakat di Bangun Rejo. Oleh karena itu kami buat proyek menjadikan desa ini bersih dari narkoba, dan bukan sekedar slogan karena banyak programnya, kita berikan pelatihan life skill bagi yang sedang direhab atau sudah keluar kita bina, itulah kenapa kita sebut desa bersinar," kata Wisnu.
Selain Bangun Rejo, Wisnu mengungkapkan masih banyak desa-desa lain di Kukar yang masuk kategori rawan narkoba. Tahun depan seluruh desa yang dipilih akan diresmikan sesuai keinginan Gubernur Kaltim Isran Noor.
"Mudah-mudahan dari Pemprov Kaltim mendukung programnya dengan anggaran. Karena banyak program yang akan kita laksanakan hanya terkendala anggaran saja. Kalau ditanya mana daerah kabupaten/kota Kaltim yang rawan, semuanya termasuk rawan," tutup Wisnu. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur