"Skemanya sama dengan (kelas) yang lain, dibagi 50 persen kemudian jam belajarnya di batasi masih, paling full 3 jam," ungkap Khalis kepada Korankaltim.com, Rabu (3/10/2021) hari ini.
Sebelumnya, PTM Terbatas ini hanya diikuti oleh murid kelas 4 SD ke atas. Sekolah-sekolah yang dipilih menggelar PTM terbatas secara spesifik adalah sekolah yang berlokasi di tempat terpencil atau yang mobilitas keluar masuk masyarakat di wilayah tersebut cendurung minim. Kemudian ada juga sekolah mengalami kendala jaringan internet saat menggelar pembelajaran secara jaring.
Mulai hadirnya murid kelas satu sampai tiga SD ini ke sekolah maka perlu dipastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk menjamin hal tersebut, Khalis menerangkan murid kelas satu sampai tiga ini tidak memiliki jam istirahat.
"Jadi betul-betul berada di kelas. Jam belajarnya diatur tiga jam kemudian langsung pulang. Sehari paling banyak dua mata pelajaran saja," sebutnya.
Kendati situasi pandemi Covid-19 di Kukar cenderung aman, Khalis menyebut pihaknya belum mendengar kabar apakah PTM secara normal ini bakal dilaksanakan atau tidak. Memang, lanjutnya, terdapat orangtua yang menginginkan PTM ini dilaksanakan secara normal melihat kondisinya cenderung aman.
"Tapi tidak tahu nanti, pasti ada lah pemerintah dari bupati atau Sekda mengevaluasi itu," tutup Khalis. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur