Rendi Solihin mengatakan, kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung progress kegiatan pembangunan gedung yang bersumber dari DAK tahun 2021.
“Karena kegiatan ini harus berjalan tepat waktu, mengingat hanya tersisa waktu dua bulan, jadi hal ini menjadi penekanan kami bahwa kegiatan ini harus selesai tepat waktu,” sebut Rendi.
Sementara Wiyono menjelaskan, pembangunan yang bersumber dari DAK ini harus selesai dengan tepat waktu, apabila terjadi keterlambatan maka Pemda yang akan menanggung pembiayaannya.
“Ini penting dan menjadi perhatian bersama, selain pemkab yang menanggung pembiayaannya, juga dana DAK di tahun yang akan datang menjadi berkurang, kedua hal ini menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan,” jelas Wiyono.
Sekadar informasi di Tahun 2021, RSUD Abadi Samboja mendapat dana DAK melalui DPA RSUD Abadi untuk pembangunan Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan berupa Belanja Modal Pengadaan Gedung Instalasi Ponek dan Pembangunan Gedung Isolasi.
Secara Umum untuk progress pembangunan Instalasi Ponek ( Ruang IGD ) sampai dengan akhir bulan September : Progress Fisik Aktual mencapai 23,51 %, Progress Fisik Rencana 32,76 % , Deviasi -9,25 %. Dan terdapat beberapa kendala dilapangan yakni adanya sloof bangunan lama yang melintang pada galian poerplat, sehingga mengakibatkan keterlambatan penyelesaian pekerjaan pondasi poerplat Sedangkan kegiatan pembangunan Gedung Isolasi ada kendala keterlambatan pekerjaan dan deviasi 10%.
Rendi Solihin selain bersama Wiyono juga didampingi Inspektur Daerah Heriansyah, Muhamad Jamil Dinas PU, Camat Samboja Burhanuddin, Fachruddin dari Komisi III DPRD serta Direktur RSUD Abadi dan Jajaran. (adv)
Editor: Aspian Nur