“Bersama Tim Gugus Tugas Kukar Idaman program pengentasan kemiskinan yang dikomandoi bupati, beberapa waktu lalu kami telah melaksanakan evaluasi terhadap program penanggulangan kemiskinan di Kukar yang selama ini sudah berjalan. Namun menurut bupati evaluasi sementara ini sebenarnya secara umum program dan kegiatan itu relatif cukup banyak, hasilnya itu belum signifikan,” kata Kepala Bappeda Kukar Wiyono.
Dari rapat evaluasi itu ke depan OPD teknis diharapkan melakukan pemetaan kembali terkait apa saja permasalahannya. Kemudian dari hasil itu dan sesuai arahan bupati dan juga mengingat keterbatasan biaya, sehingga perlu disikapi untuk sementara ini pilot project program pengentasan kemiskinan akan difokuskan di dua Kecamatan yakni Samboja dan Muara Kaman.
“Samboja dan Muara Kaman dipilih karena daerah itu angka kemiskinannya cukup tinggi, juga representasi daerah hulu dan pesisir, namun bukan berarti daerah kecamatan lain itu tidak, tetapi sementara beliau ingin melihat kondisinya sejauh mana. Setelah itu beliau ingin ke lapangan juga langsung dan itu juga diawali dengan basis data terpadu yang ada di Dinas Sosial yang diperoleh dari kecamatan dan desa,” bebernya.
Data basis terpadu dari Dinsos kemudian akan dikelompokkan dengan kriteria atau indikator-indikator yang ada. Kemudian dari data itulah nanti dicoba untuk dicek lagi ke lapangan, apakah benar kondisinya sama seperti yang ada pada data.
“Kalau benar maka akan dilakukan assessment dulu terhadap nama-nama yang ada di dalam data kemiskinan itu untuk melakukan intervensinya. Basis datanya itu katakanlah misalnya oh yang ini dari keluarga ini, ternyata ada beberapa anaknya tidak sekolah, jadi intervensinya nanti program kembali ke sekolah yakni untuk melanjutkan sekolah apakah kemudian dengan paket A paket B atau paket C,” jelasnya.
“Terus misalnya ada di desa A yang dominan katakanlah di sana semisal luasan lantai kemudian sanitasi yang kurang bagus, maka itu nanti intervenssinya program bedah rumah,” tutup Wiyono. (adv)
Editor: Aspian Nur