“Kami usahakan ada kemudahan, semaksimal mungkin diupayakan agar masyarakat tidak terganggu aktivitas keseharian mereka dalam mencari nafkah saat mengurus kredit ini,” ujar Tajudin,
Contohnya seperti di Desa Jonggon di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara yang memiliki komunitas Usaha Kecil Menengah (UKM) dan berpotensi mendapatkan Kredit Kukar Idaman ini.
Pelaku UKM di Desa Jonggon kalau misalnya ada lima kelompok dan masing-masing kelompok ada 10 orang jadi total 50 orang, mereka akan dikoordinir ketua kelompok yang menyampaikan keinginan untuk mendapatkan Kredit Kukar Idaman tersebut.
“Mereka tinggal melengkapi persyaratan dan berkas, diinventarisasi berapa kelompok,” jelas Tajudin.
Dinas Koperasi dan UMKM Kukar akan memberikan berkasnya tersebut ke Bankaltimtara. “Seandainya terjadi kekurangan berkas, bisa disampaikan ke masing-masing ketua kelompok bukan perindividu lagi, jadi terkoordinir, dengan begitu mereka tak terganggu aktivitas mencari nafkah,” jelas Tajudin.
“Untuk pelaksanaan akad kreditnya pun bisa dilakukan hingga ditingkat lapangan, tidak perlu mereka yang ke kantor, tapi kami yang mendatangi mereka, harapan kami seperti itu,” paparnya lagi.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dipimpin langsung Bupati Edi Damansyah, Wakil Bupati, Rendi Solihin, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim dan Direktur Utama Bankaltimtara telah melaunching program Kredit Meranti (mikro ekonomi rakyat mandiri) – Kredit Kukar Idaman, KPR Gen Me, Qris Bankaltimtara dan MoU Elektronifikasi Keuangan Pemerintah Daerah Terintegrasi Kabupaten Kutai Kartanegara, di Teras Pasar Mangkurawang II, Tenggarong, Kamis (12/10) lalu. (adv)
Editor: Aspian Nur