Pemerintah Kabupaten Kukar dipimpin Bupati Edi Damansyah sebelumnya sudah melaunching program Kredit Meranti (mikro ekonomi rakyat mandiri) – Kredit Kukar Idaman, KPR Gen Me, Qris Bankaltimtara dan MoU Elektronifikasi Keuangan Pemerintah Daerah Terintegrasi Kabupaten Kutai Kartanegara, di Teras Pasar Mangkurawang II, Tenggarong, Kamis (12/10/2021) pekan lalu.
Launching digelar bersama Wakil Bupati, Rendi Solihin, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim dan Direktur Utama Bankaltimtara
Kredit Kukar Idaman diharapkan mampu menjadi stimulus agar masyarakat Kukar mampu kembali mandiri dan semangat membangun usahanya melalui bantuan pinjaman dana dari Bankaltimtara dengan bunga 0 persen.
“Sasarannya tiga kelompok, Pedagang Kaki Lima (PKL), wirausaha baru dan UMKM dengan besaran nilai variatif yakni 10 juta untuk PKL, Wirausaha baru 15 juta dan 25 juta maksimal bagi pelaku UMKM,” paparnya lagi.
Dana investasi dengan nilai miliaran rupiah dialokasikan ke Bankaltimtara bertujuan untuk mengakomodir para pelaku UMKM, meskipun kedepan ada batasannya berapa jumlah para pelaku yang disasar, Dinas Koperasi dan UKM sudah melakukan langkah solutif yakni dengan melakukan sharing ke beberapa pemangku kepentingan agar selain dialokasikan untuk Kredit Kukar Idaman, dana investasi tersbut juga bisa dialihkan ke program lain semisal Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Bisa nanti dialokasikan untuk KUR juga, paling tidak dengan adanya Kredit Kukar Idaman itu yang terserap pun adalah para pelaku UMKM yang benar-benar memerlukan. Sebenarnya kalau dilihat sejauh ini bukan minatnya masyarakat itu dari besar kecilnya bunga, namun yang menjadi permasalahan selama ini inginnya adanya kemudahan masyarakat untuk mengakses kredit itu tadi,” ungkapnya.
Inilah yang menurut Dinas Koperasi UKM Kukar kenapa masyarakat enggan berurusan dengan perbankan karena selama ini masyarakat kecil enggan ke bank apa lagi masyarakat-masyarakat yang ada di pedalaman terbatas akses jarak dan waktu.
“Untuk mensiasati dan langkah solutif agar tidak terjadi di program Kredit Kukar Idaman ini kami sudah siapkan skenario untuk layanan jemput bola. Jadi rencana dan pengalaman yang pernah dilakukan di Desa Jonggon bisa diterapkan,” tutup Tajudin. (adv)
Editor: Aspian Nur