Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, sesuai dengan program-program prioritas yang dijanjikannya bersama Wabup Kukar Rendi Solihin, pihaknya telah memikirkan bagaimana para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini terjamah program Pemkab Kukar salah satunya melalui program kredit bunga nol persen ini, Bankaltimtara sebagai bank pemberi kreditnya.
Ini merupakan kebijakan yang berkaitan langsung dengan Pemilihan Ekonomi Nasional (PEN). Rangkaian prosesnya mulai dari pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), kemudian tidak lepas dari dukungan melalui persetujuan anggota DPRD Kukar dalam memberikan akses permodalan bagi masyarakat Kukar.
"Alhamdulilah hari ini sudah mulai kita realisasikan," kata Edi.
Tidak hanya mendorong fasilitasi permodalan, Edi menyebut kredit ini juga memberi edukasi penguatan ekonomi mengingat salah satu persyaratannya adalah wajib menabung.
Hal ini mengingat masih rendahnya budaya menabung masyarakat terutama kalangan pelaku UMKM dikarenakan penghasilan per harinya hanya cukup untuk makan hari itu saja. Sehingga tidak ada penghasilan yang disimpan untuk penguatan ekonominya kedepan. Maka pesertanya nanti minimal menabung Rp100 ribu per bulan.
Selain itu ruh dari program KKI ini adalah upaya bersama bagaimana masyarakat Kukar bisa lepas dari jeratan rentenir.
"Jadi semangatnya harus bagaimana kita melawan rentenir," tegasnya.
Diketahui, program ini mulai digagas pada akhir 2020 lalu antara Pemkab Kukar, OJK dan Bankaltimtara. Kemudian dibahas secara intensif mulai triwulan pertama tahun 2021 dan digadang-dagang menjadi satu-satunya program pemerintah daerah di Kaltim yang menyediakan pinjaman modal dengan bunga nol persen.
Kepala OJK Kaltim Made Yoga Sudharma mengatakan, Bupati secara detil memastikan program ini dapat berjalan lancar. Bahkan pihaknya sempat melakukan studi banding ke Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang lebih dulu melaksanakan program semacam ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik. Dia berharap KKI ini menjadi proyek percontohan bagi daerah lainnya di Kaltim.
"Saya ingat sekali pak Bupati mengatakan saat pengukuhan TPAKD. Beliau mengatakan sebenarnya kegiatan ini bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi masalahnya mau atau tidak mau, dan kita buktikan hari ini Kredit Kukar Idaman ini bisa kita realisasikan bersama," beber Made.
Direktur Utama (Dirut) Bankaltimtara Muhammad Yamin mengatakan, berjalannya program kredit bunga nol persen ini didanai melewati deviden penyertaan modal Pemkab Kukar ke Bankaltimtara. Diketahui, Pemkab Kukar menggelontorkan sekitar Rp20 miliar agar masyarakat mendapat pinjaman tanpa bunga.
Dia mengingatkan kepada debiturnya bahwa ini adalah bentuk pinjaman, bukan hadiah. Sehingga dana yang didapat dari program ini wajib untuk dikembalikan. Seperti yang bupati katakan, debiturnya diharuskan menabung sembari membayar angsuran kreditnya yang dimaksudkan untuk menciptakan budaya menabung masyarakat.
"Sehingga pada saat kreditnya sudah lunas nanti tercipta tabungan daripada usaha UMKM masyarkat," ungkapnya. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan