"Secara khusus saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada kepala sekolah, para guru, orang tua siswa siswi Smansa Tenggarong dan para pelatih yang telah melakukan pembinaan yang sangat baik," kata Edi kepada media.
Pemkab Kukar, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar akan terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan kesiswaan ini.
Dia menyebut, potensi para siswa siswi Kukar seperti ini harus terfasilitasi dengan baik oleh Pemkab.
Dia berharap potensi para siswa ini tidak selesai sampai di LKBB saja. Putra putri yang tergabung dalam pasukan ini jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi pun dipersilakan, namun Edi melihat para siswa ini sudah memiliki mentalitas dan dasar-dasar bagi yang hendak melanjutkan menjadi TNI-Polri.
"Ini adalah bagian awalnya. Jadi saya kira sangat bagus sekali pola pembinaan LKBB ini. Saya menegaskan Pemkab Kukar melalui Dispora itu terus memfasilitasi," ujarnya.
Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan Smansa Jafar Sodiq mengungkapkan, ada 22 ekstra kulikuler (ekskul) di SMAN 1 Tenggarong itu. Pasukan Pengibar Bendera Sekolah (Paskas) menjadi salah satu ekskul yang menjadi ikon sekolahnya.
Persiapan menuju lomba LKBB tingkat nasional ini telah dipersiapkan lewat latihan-latihan rutin Paskas. Kendati dalam situasi pandemi, para pelatih menggelar pelatihan secara daring agar bisa menampilkan karya terbaik nantinya.
"Alhamdulilah di setiap tahun, even yang dilaksanakan di luar maupun di dalam Kalimantan Timur kami selalu mengikuti," jelansnya.
Dia menyebutkan, rekam jejak Smansa dalam kegiatan berkonteks peraturan baris berbaris sendiri sudah diketahui banyak orang. Ini tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh pihak, terutama Pemkab Kukar.
"Mudah-mudahan ini nanti bisa juara. Akan menorehkan dan mempersembahkan paling tidak salah satu karya Smansa untuk masyarakat Kukar khusunya pemerintah daerah," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan