Berdasarkan hasil presentasi, persiapannya sudah mencapai 90 persen siap. "Camat juga menyampaikan para peserta, pendamping, pelatih, dewan juri, diminta (bersyarat, red) sudah melaksanakan vaksinasi," kata Sunggono.
Kafilah yang tidak vaksin dinyatakan tidak bisa menjadi peserta lomba MTQ kali ini. Sunggono mengungkapkan, hal ini dikecualikan bagi kafilah yang memang berhalangan mendapat vaksinasi karena berada dalam kondisi tertentu.
"Mereka ada tadi yang bilangnya belum vaksin, tapi karena penyakit. Tapi sudah ada surat keterangan dari dokter atau rumah sakit bahwa memang belum bisa divaksin karena masih terapi penyakit. Yang lainnya sudah," jelasnya.
Dia menjelaskan, satu kontingen per kecamatan maksimal berjumlah 70 orang. Di Muara Badak nantinya minimal disiapkan empat lokasi pemondokan bagi kafilah laki-laki dan perempuan. Kemudian mereka tidak diperkenankan untuk menerima tamu dari luar. Intinya, kata Sunggono, pelaksanaan MTQ nanti akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.
Pimpinan Puskesmas juga dihadirkan dalam acara ini. Rencananya, pelaksanaan MTQ ini akan dirangkai dengan gelaran vaksinasi masal di sekitar arena utama. "Jadi pengunjung atau penonton yang datang misalkan belum vaksin akan kita vaksin," tandasnya. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan