"Artinya penyakit umum seperti kardiovaskular, penyakit tidak menular, hipertensi itu," kata Martina, Selasa (19/10).
Terkait kasus penyakit menular, dia menyinggung sedikit soal malaria. Kini penyakit akibat gigitan nyamuk Anopheles betina itu hendak dieliminasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar). Diketahui, Kementerian Kesehatan RI menargetkan malaria sepenuhnya tereliminasi pada tahun 2030.
Pemerintah daerah didorong komitmennya terkait pengendalian yang didukung sejumlah stakeholder bersama masyarakat dalam pencegahan malaria dan mempertahankan status bebas malaria bagi daerah-daerah yang sudah mencapai status eliminasi malaria. Kukar menjadi salah satu daerah yang akan dilakukan penilaian oleh Kemenkes RI terkait eliminasi malaria ini.
Martina menyebut, tahapannya kini sedang dalam penilaian Tim Asesmen Eliminasi Malaria Kemenkes RI. "Sebenarnya tidak ada lagi malaria yang (protozoa, red) genus. Eliminasi kita menunggu hasil, artinya tidak ada lagi malaria di Kukar," tegasnya.
Untuk lokus penanganannya sendiri, kata Martina, harus diketahui terlebih dahulu apakah kasusnya merupakan kasus impor atau infeksi Protozoa Genus. Semisal ada kasus yang dibawa oleh satu orang, dari wilayah endemis malaria seperti di daerah bagian timur Indonesia, itu termasuk kasus yang tidak akan menularkan.
"Tapi kalau orangnya tiba-tiba kena malaria di satu klaster, nah itu genus. Sementara ini sih tidak ada, kita tiga tahun ini tidak ada," jelasnya. (Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan