Plt Bupati Kukar Chairil Anwar telah menginstruksikan hal ini kepada para kepala OPD ketika Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) triwulan III pelaksanaan Rencanan Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020 secara virtual belum lama ini.
"Bangun pola kerja yang berorientasi pada hasil dengan memperkuat pengendalian dan evaluasi oleh masing-masing penanggung jawab program dan pekerjaan secara sistematis dan terorganisir," kata Chairil saat Rakordal tersebut.
Secara spesifik, penguatan tersebut dilakukan terutama pada bidang kesehatan, pendidikan ketersediaan pangan, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, hingga bantuan sosial. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengungkapkan, serapan anggaran OPD pada triwulan III lalu sudah 63 persen dari Rp5,69 triliun. Diketahui pula, APBD-P 2020 sebesar Rp4,39 triliun.
Menurut Sunggono, presentase serapan anggaran tersebut sudah maksimal. "Tapi masih bisa dioptimalkan sampai satu bulan setengah kedepan," ungkapnya, Kamis (29/10/2020) . Dengan begitu, kata dia, daya beli masyarakat juga akan meningkat mengingat adanya semacam stimulan atas pergerakan ekonomi secara keseluruhan.
Semisal Dinas PU Kukar menggelar proyek pembangunan jalan. Belanja kegiatan tersebut akan memberi dampak terserapnya tenaga kerja, lakunya bahan material hingga kue sarapan pagi yang dijual masyarakat untuk konsumsi para pekerja setiap harinya.
Artinya, ada rantai ekonomi yang diciptakan untuk terus mempertahankan roda ekonomi di Kukar selama Pandemi ini berlangsung. "Mudah-mudahan di sisa waktu tersisa ini bisa dioptimalkan oleh OPD, sehingga berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat," ujarnya. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Rusdi