Kaitannya dengan pemberlakukan dan penerapan kebijakan pembatasan social, Martina Yulianti menjelaskan semua kebijakan yang diterapkan di Kukar tidak serta merta hanya mengacu pada kebijakan serentak dari pemerintah pusat.
“Kebijakan ini tidak hanya sekedar menganut kebijakan pusat, tapi memang menyesuaikan dengan kebutuhan di daerah kita. Tetap digencarkan terus sosialisasi kaitannya dengan menjaga disiplin pribadi tetap juga digencarkan dan perihal lainnya sudah dilakukan oleh Satgas,” terangnya.
Yuli sapaan akrabnya menjelaskan, di Satgas Covid-19 ini sudah ada bidang khusus yakni bidang perubahan perilaku, bidang komunikasi public, dan setiap bidang itu mengerjakan perannya masing-masing. Keberadaan tim ahli juga mulai terlibat, ada epidemiolog, sosiolog ekonom sudah ada di dalam satuan tugas.
“Memang ini sedang berproses untuk upaya menurunkan, jujur itu tidak mudah dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Masalah sosial ini karena kan ini perilaku masyarakat yang sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun tidak semudah itu diubah,” jelasnya.
“Orang kita suruh pakai masker di dalam rumah nya kan tidak mudah, sementara kalau dalam satu rumah itu ada yang positif kan besar kemungkinan anggota lainnya juga tertular,” timpal Yuli.
Yuli menegaskan merubah kebiasaan itu tidak mudah, oleh karenanya pihaknya berharap kesadaran yang tinggi oleh masyarakat.
“Jadi ya kita tidak bisa mengharapkan hasil yang instan, tidak serta-merta ketika ada kebijakan dibuat kasus langsung turun. Makanya juga upaya kita ya tidak bisa melihat dalam jangka pendek,” tegasnya. “Tidak menutup kemungkinan evaluasi kedua ini akan dilakukan perpanjangan, kami meihat data-data epidemiologi nanti,” pungkas Yuli. (adv)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur