Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Muhammad Wahly menyebutkan, berdasarkan survei Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi sayur dan buah itu masih sangat rendah. "Saya tidak ingat persis, yang jelas untuk memenuhi skala standar kesehatan skornya masih rendah," kata Wahly, belum lama ini.
Untuk meningkatkan angka tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kukar mensupport Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kukar untuk memenuhinya dengan bercocok tanam memanfaatkan pekarangan rumah tangga. "Jadi kelompok itu kita support, kita beri semacam suntikan untuk bantuan bibit dan pupuk," ujarnya.
Diketahui, ada sekitar 179 KWT sudah terbentuk di Kukar. Kelompok-kelompok ini dapat mengajukan proposal bantuan ke Dinas Ketahanan Pangan Kukar untuk dibantu kebutuhan kegiatan cocok tanamnya. Termasuk meminta bantuan beragam bibit buah.
Untuk menurunkan bantuan tersebut, tentunya dilakukan peninjauan dan evaluasi langsung kegiatan-kegiatannya. "Tapi jumlahnya tidak banyak. Tidak seperti bantuan produksi pangan dalam sekala besar, namun hanya sekala kebutuhan rumah tangga atau pemanfaatan pekarangan saja," pungkasnya. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan