Hal itu, kata dia merupakan peran Diskominfo untuk menjembatani antara komunitas dengan media massa.
"Akan terjalin sesuatu yang positif. Sehingga hal positif yang menjadi potensi daerah dapat diketahui publik di luar sana," kata Bahteramsyah kepada Korankaltim.com, belum lama ini.
Menurutnya, penyebarluasan berita dan konten-konten informatif dapat mempercepat pembangunan daerah. Menjadi nilai tambah pengetahuan atas pengalaman orang lain yang tergolong sukses dalam menggerakkan sesuatu, ataupun kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar.
Sebagai contoh, dia menyebutkan potensi lahan di pesisir yang berkurang nilai ekonomisnya dapat kembali menjadi lahan yang produktif. Digarap oleh kelompok Usaha Benur Idaman yang dikunjungi Diskominfo Kukar bersama awak media beberapa waktu lalu.
Kelompok usaha itu berhasil merevitalisasi lahan terlantar yang tidak produktif dengan membudidayakan rumput laut, sehingga meningkat unsur hara tanah dan kembalinya ekosistem lahan. Dampaknya, benih benur yang disediakan alam pun ikut melimpah dengan kembalinya ekosistem di lahan tidak produktif. Media massa, khususnya yang menjalin kemitraan dengan Diskominfo Kukar, diminta agar menyebar luaskan informasi positif seperti ini.
Selain itu adanya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dibentuk oleh Diskominfo Kukar sebagai bentuk penguatan penyebarluaskan maupun akses informasi kepada masyarakat sebagai bahan diskusi. Kemudian informasi tersebut dapat diimplementasikan atau didayagunakan untuk kemajuan daerah masing-masing kelompok.
Dia ingin informasi seperti ini disebarluaskan oleh media massa untuk membantu masyarakat dengan mudah menemukan potensi-potensi daerahnya masing-masing. Yang mana potensi tersebut dapat dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
"Tolong bantu komunitas yang ada di daerah kita untuk diperkenalkan ke dunia luar," ujarnya.
"Kita punya potensi yang sangat besar, tinggal dikemas sedikit dengan gaya jurnalistik ini akan menjadi informasi yang menarik dan dikenal orang," pungkasnya. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan