Mata pelajaran ini perlu untuk dikembalikan lagi agar nilai-nilai Pancasila dapat terus terjaga dan diterapkan ditengah era globalisasi dimana pertukaran budaya dianggap lumrah dan membuat lupa akan nilai kehidupan berbangsa yang terkenal cinta damai bahkan sebelum Indonesia terbentuk.
"Pancasila itu kan nilai-nilai yang digali dari bangsa Indonesia sendiri , nilai-nilainya sudah ada sejak zaman dahulu," kata Rinda kepada Korankaltim.com, Rabu (30/9/2020). Sejak 1994, mata pelajaran tersebut diganti dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Pembahasannya pun tidak lagi secara spesifik soal nilai-nilai Pancasila dan menjadi lebih luas. Hal ini lah yang membuatnya berharap agar Pancasila itu secara spesifik dipelajari oleh murid di sekolah-sekolah.
"Sehingga PMP itu dapat menjadi pelajaran pokok yang dikembalikan ke sekolah-sekolah. Harapannya, Pancasila itu bisa terus dipelajari," sebut Rinda lagi. “Bukan hanya sekedar diucapkan pada saat apel, namun di nilai-nilainya terimplikasi dalam kehidupan sehari-hari kita," tutupnya. (adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur