Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Keabangpol) Kukar, Rinda Desianti menyebut, pada tanggal 30 September 1965 merupakan peristiwa pembunuhan tujuh perwira tinggi yang dikenal dengan tujuh Pahlawan Revolusi.
Kemudian 1 Oktober ditetapkan sebagai hari Kesaktian Pancasila, yang dimaknai sebagai hari perkabungan nasional, musabab penculikan dan pembunuhan tersebut.
"Ini bagian dari kita memperingati bahwa tanggal 30 September (1965) itu ada 7 jendral yang dibunuh di liang buaya, ini bagian dari penghormatan bangsa Indonesia terhadap 7 pahlawan revolusi itu," kata Rinda kepada Korankaltim.com, Selasa (29/9/2020).
Dari peristiwa itu, kata Rinda, harus ada upaya yang terus-menerus untuk memaknai bahwa Pancasila merupakan landasan bernegara, dan pedoman bermasyarakat agar terciptanya Indonesia yang senantiasa damai.
"Itu wajib dipertahankan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu harga mati," sebutnya.
Pada 1 Oktober 2020 nanti, kata dia juga akan dilakukan upacara secara virtual, yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI.
Kepala perangkat daerah dan pejabat struktural diinstruksikan untuk mengikuti upacara virtual tersebut dari kantor masing-masing. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Rusdi