Sebelumnya, Ridwan mengaku pihaknya bersaing dengan pembuat kapal lain dari Negara China. Ia mengatakan, mengungguli dalam harga dan kualitas. Bahkan sebelumnya, perusahaannya telah berhasil menjual dua unit kapal dengan jenis yang berbeda. Kapal pesiar ini menghabiskan budget sekitar Rp 17 miliar.
Kapal ini dilengkapi 53 kamar beserta fasilitas mewah Jacuzzi tub, sauna, bar, massage, dan sejumlah pasilitas lainnya dalam tiga deck. Di desain berdiri layaknya manusia, dengan kedua kaki yang menyentuh air, tetapi tubuh kapal tidak akan terkena air. Berkapasitas 100 orang penumpang, dengan dimensi panjang 43 meter dan lebar 20 meter. Didukung mesin berkapasitas 600 x 2 HP, tiga unit mesin Genset 80 KVA model twin hull.
Kapal ini didesain stabil terhadap hambatan gelombang. Tidak terlalu goyang saat dihantam gelombang. Dapat melaju hingga kecepatan 15 knots per jam tanpa penumpang, dan 12 knot dengan penumpang.
Mulai dibuat pada awal tahun, Ridwan targetkan kapal ini akan selesai pada akhir 2020. Sejauh ini, kendala yang menjadi penghambat pekerjaan adalah pengadaan bahan baku yang harus didatangkan dari luar.
Camat Anggana, Norhairi didampingi Kasi Kesra Kecamatan Anggana, Dedi Wahyudiansyah menyebut masyarakat Anggana sangat bangga dengan perusahaan galangan kapal PT Alvina Prima, yang bisa memproduksi sebuah mahakarya putra asli daerah yang mendapat pesanan Negara Maladewa di Asia Tenggara yang dipercaya untuk memproduksi.
“Kebanggaan lain, kapal sendiri dikerjakan oleh tenaga ahli lokal dan tenaga kerja perkapalan baik dari pengelasan, teknik, bahkan interior kapal, kamar kabin dikerjakan tenaga lokal baik dari kecamatan anggana sendiri dan sekitarnya,”kata Dedi kepada KoranKaltim.com. Senin (21/9/2020).
Atas nama Pemerintah Anggana, Dedi berharap kedepan ada tindak lanjut dari Pemkab Kukar dalam hal instansi atau OPD terkait teknis lebih berkomitmen. Menurutnya, Dinas Perdagangan dan Industri Provinsi Kaltim selalu mendampingi, baik dari awal pengerjaan sampai hampir rampung.
“Ke depan, kami juga berharap, Kecamatan Anggana bisa di tetapkan menjadi kawasan industri perkapalan sehingga bisa menarik lebih banyak investor baik domestik maupun Asing,” harapnya.
Dedi juga berharap, mementum yang baik, di saat sektor lain lesu karena pandemi Covid-19, di sektor perkapalan menggeliat.
“Tidak menutup kemungkinan ke depannya ada Negara Maladewa lainnya yang akan pesan kapal wisata ke negara kita khususnya Kecamatan Anggana, Kukar dan Kaltim pada umumnya,” katanya.
Dedi menambahkan, untuk peresmian produksi kapal tersebut yang rencananya akan dilakukan pada ahir tahun 2020, pihak manajemen berharap nantinya bisa dihadiri oleh Bapak Bupati Kutai Kartanegara dan dihadiri Gubernur Kaltim. (adv)
Penulis: Sabri
Editor : bambang irawan