Muara Wis yang dulunya hanya dapat dikunjungi menggunakan transportasi air, kini dengan mudah dapat dijangkau menggunakan transportasi darat menggunakan kendaraan roda empat ataupun roda dua. Meskipun, masih harus menyeberang menggunakan kapal fery di kecamatan Kota Bangun.
Camat Muara Wis Arianto mengatakan, pembangunan di wilayah ini, begitu pesat jika dibandingkan 5 tahun silam. Utamanya, dalam hal infrastruktur jalan. Ia mengenang, dulu semua desa di Muara Wis hanya saling terhubung melalui alat tranportasi sungai ataupun danau.
"Tapi sekarang, semuanya sudah bisa kami lalui menggunakan transportasi darat. Meski masih ada yang tanah, namun saat musim kering semuanya sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, sebagian diantaranya sudah bisa dilalui kendaraan roda empat," kata Arianto.
Untuk itu, ia mengaku sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam hal ini Bupati Edi Damansyah. Karena Edi beserta jajarannya meninjau langsung wilayahnya, dengan mengendarai sepeda motor trail masuk ke pelosok desa melihat langsung kondisi jalanan yang ada.
"Dengan begitu, kami bahkan tak sempat berucap atau membuat usulan kepada beliau untuk peningkatan badan jalan. Tapi beliau sendiri di lokasi yang dikunjungi itu, secara langsung memerintahkan jajarannya yang terkait jalan untuk mencatat dan melakukan pembangunan," beber Arianto.
Berkah Infrastruktur jalan yang terbangun, lanjut Arianto, kini hasil dari bumi Muara Wis, terutama sektor perikanan dan perkebunan sangat mudah dipasarkan. Bahkan para pembeli atau pedagang langsung datang bertemu dengan nelayan di Muara Wis, tanpa perantara sebagai mana tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini juga mendongkrak harga jual komoditas hasil bumi, mengingat pembeli berani membeli dengan harga lebih tinggi dari sebelumnya. al ini terjadi sebab biaya yang mereka keluarkan tidak besar untuk tiba di lokasi untuk langsung membeli dari tangan pertama.
Lebih jauh Arianto bertutur, di Muara Wis, Covid-19 yang melanda berbagai belahan dunia, dampaknya hanya dirasakan saat awal-awal pandemi itu menyebar. Itupun karena masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, dan pendatang ataupun penduduk lokal sendiri harus melalui pemeriksaan ketat untuk keluar masuk kawasan ini. Akibatnya komoditas yang seharusnya bisa dipanen jadi terhambat, yang seharusnya bisa dijual tertahan penjualannya, hingga kini Muara Wis termasuk dalam salah satu kecamatan zona hijau di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kecamatan ini memiliki tips tersendiri dalam melakukan edukasi kepada masyarakatnya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan kebijakan dari Pemerintah Pusat maupun Daerah. Rianto, Camat Muara Wis kepada tim Diskominfo Kukar mengatakan, pihaknya bersama seluruh Kepala Desa hingga RT berkomitmen untuk mempertahankan wilayahnya tetap berwarna hijau. Sinergitas para kepala desa ini menjadi poin utama, sehingga program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah bisa berjalan. Kini sejak adanya relaksasi ataupun new normal sebagai mana arahan Pemerintah agar kita ketat dalam penerapan protokol kesehatan namun juga kita tetap produktif. "Saat ini secara umum dapat kami katakan bahwa perekonomian masyarakat kami, “Alhamdulillah” tidak berdampak sama sekali," tukasnya.
Mengakhiri diskusi panjang lebarnya terkait infrastruktur di daerahnya, Arianto berharap semoga kedepan pemerintah membangun jaringan telekomunikasi lebih luas di daerahnya agar desa yang saat ini signalnya kadang naik kadang turun atau dengan kata lain belum stabil, nantinya juga bisa ikut menikmati jaringan internet, dengan demikian Bumdes yang sudah ada disetiap Desa yang sekaligus menghimpun produk ibu-ibu PKK dan UKM juga bisa memasarkan produknya secara online. Sebagai penutup Sang camat muda dan penuh semangat ini berharap ada perencanaan pembangunan jembatan di Kecamatan Kota Bangun ke Kota Bangun Seberang.
"Ya supaya memperlancar siapapun yang berniat mengunjungi Kecamatan Muara Wis dan Desa diatas air “Muara Enggelam” yang sudah terkenal seNusantara," pungkasnya.[adv]
Sumber : Dinas Kominfo Kutai Kartanegara
Editor : Rusdianto
=Tim PKP=