Selain di Dinas Kesehatan, dia juga diketahui sebagai Plt Direktur Utama AM Parikesit. Sejumlah penghargaan mentereng dia dapatkan selama menakhodai rumah sakit plat merah itu.
Mulai dari RSUD AM Parikesit Lulus Akreditasi Tingkat Paripurna SNARS Edisi 1 tahun 2019 dan 2018 lalu, sebagai Top #1 Penyelenggara Pelayanan Publik Terbaik kategori "Pelayanan Prima" oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2019. Menjadi pemenang ke-3 KARS AWARD Tahun 2018.
Kemudian menjadi Pengelola Data Sektoral Terbaik Kabupaten Kutai Kartanegara. Top #1 Penyelenggara Pelayanan Publik Terbaik kategori "Pelayanan Prima" berdasarkan evaluasi terhadap 208 RSUD Kab/Kota yang ditunjuk sebagai role model oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2018 dan masih banyak lagi.
Martina merasa, masih banyak hal yang perlu dibenahi agar masyarakat terus mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima.
"Karena banyak yang harus dibenahi dan kita perbaiki birokrasinya," kata Martina kepada Korankaltim.com, Kamis (10/9/2020).
Ditanya terkait dirinya diberi julukan sebagai reformer dunia kesehatan di Kukar. Martina merasa memang begitulah seharusnya seorang ASN dalam mengemban tugas negara, berani menjalankan sesuatu sesuai dengan standar yang secara tidak langsung menuju ke perubahan pelayanan yang lebih baik lagi.
"Reformer itu membentuk ulang sebagaimana menjalankan sesuatu sesuai dengan yang seharusnya. Itu sudah tentu menjadikan pelayanan yang lebih baik lagi," pungkasnya. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Bambang Irawan