Di Kukar, ada tiga ASN yang mengajukan diri untuk mengikuti anugrah ini yakni Kepala Dinas Kesehatan Kukar Martina Yulianti. Kepala Puskesmas Pembantu (Pusban) Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Ramsyah dan Kasubbag Umum dan Ketatalaksanaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar, Aji Yuli Midriani.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono menyebutkan, Pemkab Kukar mensupport ASN kebanggaannya ini dengan melakukan berbagai publikasi di medsos-medsos milik Pemkab Kukar.
"Dalam pandangan kami, banyak hal yang disampaikan lewat publikasi, berkesesuaian dengan yang kami ketahui. Selanjutnya ada kebanggaan bagi kita untuk memiliki pegawai dan pejabat yang memiliki dedikasi seperti itu," ungkap Sunggono kepada Korankaltim.com.
Diketahui, ketiga ASN tersebut memiliki prestasi yang terbilang membanggakan bagi Kukar. Martina Yulianti misalnya, sejumlah penghargaan telah dia peroleh baik membawa nama RSUD AM Parikesit, maupun dia selaku ASN tidak perlu dipertanyakan lagi
Kemudian Ramsyah, Selain sebagai kepala Pusban, dia seringkali menjadi tokoh pelopor kegiatan di Desa Muara Enggelam, bahkan Muara Enggelam terpilih sebagai salah satu dari 10 pemenang dalam Festival Gapura Cinta Negeri kategori umun pada Agustus 2020 lalu. Belum lagi bicara BUMDes Bersinar Desa Ku, perusahaan desa yang kini berkembang pesat dan seringkali dijadikan role model.
Begitu pula Aji Yuli Midriani yang berhasil membawa perubahan di bidang kearsipan di Kukar. Awalnya sempat menjadi daerah terburuk dalam pengelolaan arsip, kini menjadi percontohan dalam kaidah-kaidah kearsipan.
Menurut Sunggono, ASN tersebut memiliki kelebihan masing-masing di bidangnya. Dia berharap hasil terbaik dapat diperoleh oleh ASN kebanggaan Kukar tersebut. "Semuanya saya harapkan bisa menang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing sesuai nominenya," Sunggono. (Adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Bambang Irawan