“Untuk pembinaan di Desa Tani Bakti sendiri ya saya selaku mantan pemain bola, jelas sampai hari inipun pembinaan di desa tetap jalan artinya saya selama menjabat selalu konsisten dan sudah mendirikan SSB (Sekolah Sepak Bola) sendiri,” kata Amin kepada korankaltim.com, Minggu (6/9/2020).
Amin mengaku bersyukur dengan dukungan Bupati Kukar Edi Damansyah yang mempercayakan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kukar saat ini dipimpin oleh H Ardinansyah yang merupakan sosok penggila bola.
“Dibawah kepemimpinan Haji Nan memimpin Askab, saya dimasukkan dalam kepengurusan untuk pembinaan usia dini, ya tentu saya terima jabatan itu karena memang itu yang saya inginkan supaya di Kukar itu bisa memperhatikan pemain muda dari wilayah sendiri,” ucapnya.
“Tidak selalu mencari pemain-pemain yang sudah jadi yang tentu pasti mendatangkan dari luar, padahal potensi kita di Kukar ini kan banyak, cuma karena tidak ada pembinaan ya jadi selalu tertinggal,” timpal mantan pemain legendaris Klub Persiku Kutai ini.
Pembinaan tetap rutin dilakukannya setiap tahun dengan menggelar turnamen sepak bola usia dini. Adapun rencana dalam waktu dekat, Desa Tani Bakti akan menggelar open turnamen anak usia dini pada bulan Oktober atau November mendatang.
“Masih menunggu dapat izin, saya akan membuka kegiatan pertandingan usia dini usia 12 tahun untuk persiapan mewakili Kaltim berangkat turnamen di Bogor bulan Maret tahun depan. Tentu harapannya proses pembinaan seperti ini dapat dukungan dari pemerintah kabupaten,” harapnya.(adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi