Adalah Mursalim dan Subhan bersaudara selaku pemilik usaha Benur Idaman yang bergerak pada penyediaan bibit benur udang windu dan bibit nener ikan bandeng, yang jauh sebelum usaha penyediaan bibit mereka mulai, hasil produksi dari bibit yang ditebar dalam lahan tambak hanya berkisar 10 hingga 30 persen bahkan yang terburuk bisa-bisa petani tambak tidak dapat apa-apa.
"Berbagai perlakuan telah kami lakukan baik perorangan ataupun berkelompok mulai dari pemupukan, pakan yang berkualitas, peremajaan lahan dan penerapan berbagai tehnik penebaran serta pemeliharaan namun masih saja hasil yang kami dapatkan segitu-gitu saja meski bibit yang kami beli adalah bibit unggul yang bersertifikat," ungkap Mursalim.
Pengalaman jatuh bangun diatas tak membuat mereka menyerah begitu saja justru membuat semakin keras lagi berusaha mencoba, menelaah dan mencari cara perlakuan bahwa bibit yang dibeli sebelum ditebar ke kolam terlebih dahulu menjalani proses penyesuaian alam mengingat bibit yang datang dari luar daerah mengalami stress akibat terlalu lama dalam wadah plastik, meski beroksigen tapi melalui proses perjalanan jauh, tergoncang dan lain sebagainya belum lagi penerbangan mengalami transit apalagi delay hingga tertahan lama dalam proses karantina sehingga bibit yang diterima ada yang mati, lemas ataupun stress.
"Proses perlakuan kami mulai dari melepas kembali bibit yang baru datang ke dalam kolam yang airnya sendiri telah kami lakukan proses oksidasi sehingga airnya banyak mengandung oksigen yang sangat baik untuk pemulihan kondisi bibit baik itu nener maupun benur kemudian dibiarkan menyesuaikan dengan kondisi alam, kwalitas air dan lingkungan kita di Kalimantan sehingga pada saat dilepas tidak lagi kaget atau yang terburuk mati misalnya," tuturnya.
Dengan rentetan perlakuan ini yang lamanya paling sedikit satu minggu baru bisa dilepas ke kolam sungguhan. "Alhamdulillah kami mulai mendapatkan hasil yang menggembirakan atau dengan kata lain yang tadinya segitu-gitunya kini sudah menguntungkan.
Kini usaha ini kami kembangkan bukan hanya utuk kebutuhan tambak yang kelompok kami sendiri kelola sekitar 100 Ha melainkan juga untuk semua petani tambak udang dan bandeng di sekitar kami termasuk saudara kami dari kecamatan lain di Kukar dan Kalimantan Timur," terangnya.
Pelaku usaha Benur Idaman ini juga bekerja sama dengan Pemkab Kukar dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan dimana pelaku usaha bertugas menerima bantuan bibit dari pemerintah lalu dilakukan proses sebagaimana mestinya untuk selanjutnya diserahkan kepada petani tambak yang berhak menerimanya. Jadi bantuan tidak langsung ke petani seperti selama ini melainkan diproses dulu melalui selter yang ada agar bibit bantuannya berkualitas baik dan tidak gampang gagal panen.
"Bukan hanya itu, kami juga mengundang saudara-saudara kami petani tambak untuk datang berdiskusi, berbagi pengalaman dan saling mengedukasi satu sama lain agar ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana memelihara udang dan bandeng yang baik dapat diketahui semua anggota dan petani tambak lainnya, narasumbernya bisa dari Dislautkan Kabupaten, Penyuluh perikanan atau dari kami sendiri mengingat kami dan teman-teman disini juga sudah memiliki sertifikat terkait budidaya perikanan, ini sangat penting mengingat secara umum kami bukanlah petambak yang mengelolaannya dilakukan secara insentif melainkan kami adalah pembudidaya udang dan bandeng secara tradisional yang tentu butuh pengetahuan sebagaimana kearifan lokal dari masing-masing area petambak," pungkasnya.
Karenanya teman-teman petani tambak jangan ragu datang ke tempat Benur Idaman di jalan Pelabuhan Jawi-jawi Desa Muara Badak Ulu Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kukar."kami siap melayani anda apakah itu penyediaan bibit, bantuan edukasi atau hanya sekedar berdiskusi, kami siap berbagi pengetahuan. Kami punya prinsip 3 Jaminan, jaminan bibit unggul, jaminan harga bersaing dan jaminan jumlahnya" demikian Mursalim menjelaskan.
Masih ditempat yang sama, Indik seorang petani tambak yang kebetulan sedang melakukan pembelian bibit udang windu mengutarakan rasa senangnya dengan kehadiran Benur Idaman karena bibit yang ia tebar kini menampakkan hasil positif dan jumlahnya pun dijamin sesuai dengan yang ia beli. (adv)
Sumber: Tim PKP Diskominfo
Editor: Desman Minang