“Lomba fashion show busana berbahan daur ulang sampah plastik yang sukses kami laksanakan pada peringatan kemerdekaan HUT RI ke 75 adalah sebagai bentuk promosi kami kepada masyarakat agar turut berperan aktif menyikapi persoalan sampah untuk bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai jual,” kata Kepala Desa Benua Puhun, H Ardinansyah kepada korankaltim.com, Selasa (1/9/2020).
Menurut Ardinansyah, persoalan sampah plastik ini jika dianggap sepele terus menerus maka akan mengancam keberlangsungan gangguan ekosistem lingkungan masyarakat. Oleh karena itu pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan kreatif memanfaatkan sampah dan barang-barang bekas yang ada di sekitar lingkungannya untuk diolah menjadi kerajinan tangan dan menjadi benda unik yang lebih bermanfaat.
“Ya kalau dianggap remeh terus nanti lama kelamaan pasti menumpuk dan lingkungan kita akan terancam keasriannya. Melalui peringatan HUT Kemerdekaan kemarin, kami mengajak seluruh masyarakat betapa pentingnya memanfaatkan sampah agar menjadi barang yang lebih berguna,” sebut Haji Nan sapaan akrabnya.
Tidak hanya menjadi busana saja, sampah plastic dan semacamnya bisa dimanfaatkan menjadi bentuk kerajinan tangan lainnya, seperti hiasan dinding, pot bunga dan barang-barang perabotan rumah tangga lainnya yang jauh lebih bermanfaat.
“Sangat penting mengurangi sampah yang terbuang ke lingkungan sekitar dengan meningkatkan akses pelayanan sampah rumah tangga, oleh karenanya kami ke depan akan lebih memfokuskan penanganan ini,” tegasnya.
“Salah satu caranya terus mengkampanyekan agar sampah bisa di daur ulang oleh kelompok masyarakat serta hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga desa Benua Puhun,” pungkas Haji Nan.(adv)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan