Kondisi ini dinilai sudah sangat memprihatinkan bagi Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) Kutai Kartanegara (Kukar). Tak tinggal diam, Ketua Kekraf Kukar Wiyono menginisiasi untuk bagaimana industri seni pertunjukan dan musik sendiri tidak hanya sekedar bertahan, namun juga membangkitkan kembali gairah setiap pelaku seni untuk berkarya.
Kekraf menggagas sebuah proyek yang dinamai dengan Global Arise, proyek pengerjaan album kompilasi yang melibatkan 10 band lokal produktif Kukar dari beberapa kecamatan.
Album ini akan dirilis secara fisik maupun digital nantinya, agar bisa dinikmati semua masyarakat Kukar hingga dunia.
"Mengapa tidak kita buat saja sebuah album musik yang melibatkan anak anak muda di Kukar. Karena musik sarana terbaik menyemangati semua orang, lewat album ini harapanya semua orang akan termotifasi kembali produktif," kata Wiyono kepada Korankaltim.com, Selasa (1/9/2020).
Dari proyek ini, Kukar sebagai salah satu Kabupaten/Kota Kreatif ingin memicu kembali para pelaku industri kreatif untuk bersama bangkit di tengah pandemi Covid-19. Sekaligus menegaskan kepada anggota komite, bahwa pandemi tak menjadi alasan industri kreatif di Kukar untuk mati suri.
Proyek ini telah melalui proses diskusi yang cukup alot, hingga akhirnya Wiyono dan jajaran komite mempresentasikannya ke hadapan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Plt Kepala Dispar Kukar Thauhid Afrilian Noor untuk didukung oleh pemerintah daerah.
Bak gayung bersambut, Edi ingin proyek ini segera direalisasikan untuk mendukung kalangan seniman di Kukar.
"Karena ekonomi kreatif adalah elemen penting di era 4.0 ini, kita semua harus rakat (Bahasa Kutai untuk rekat atau bersatu) semangat," ujar Edi mengimbau. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Rusdi