Dinamai oleh masyarakat setempat dengan nama Ikan Tembela. Warnanya kemerah-merahan, mirip ikan Arwana Super Red Asia yang ditemukan di Sungai Kapuas dan jadi ikan hias di akuarium.
Ikan ini dimasukan ke dalam program Pengembangan Spesies Ikan Lokal (Spiloka) garapan DKP Kukar untuk tujuan pelestarian.
"Harganya sampai Rp2 juta per ekor," kata Dadang kepada Korankaltim.com, Selasa (25/8/2020).
Dengan harga yang fantastis itu, Dadang menyebutkan ikan tersebut pernah dijual ke luar negeri lewat pasar gelap.
Pihaknya ingin mencegah hal itu terus terjadi. Apalagi sampai terjadi eksploitasi besar-besaran yang menyebabkan ikan tersebut berkurang habitatnya.
"Masyarakat Tabang bakal rugi kalau tidak mau menjaga," sebutnya.
DKP Kukar sedang memikirkan cara pembudidayaan ikan ini. Pasalnya, ikan tersebut hidup liar di sungai berarus deras.
"Kalau di sungai tenang kemungkinan besar dia tidak mau hidup," demikian Dadang. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi