Camat Muara Kaman, Surya Agus mengatakan, akses menuju lokasi kejadian, butuh waktu 3 jam melalui jalur air, yakni menggunakan perahu ces dengan biaya Rp500 ribu.
“Jadi tidak semudah itu ke sana (lokasi kejadian). Jadi saat ini, untuk bantuan korban puting beliung Masih kita kumpulkan,” kata Surya Agus kepada korankaltim.com.
Surya Agus merincikan, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) di RT 01 dan RT 07 yang terkena dampak musibah angin puting beliung. Sebanyak 3 unit rumah mengalami kerusakan yang bervariasi. Rusak ringan 1 unit, rusak sedang 1 unit dan rusak berat 1 unit.
Selanjutnya, sebanyak 3 rumah rakit yang rusak berat, 5 unit rumah rakit rusak ringan. Lalu, kerusakan juga menimpa 9 unit bangunan sarang burung walet. 1 unit rusak ringan, 1 unit rusak sedang dan 7 unit rusak berat. Total bangunan yang terdampak berjumlah 20 unit bangunan yang sebagian besar terletak di pinggiran Sungai Mahakam.
"Saat ini, korban angin puting beliung mengungsi di rumah keluarganya, " katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Marsidik menjelaskan, bantuan tengah dipersiapkan. Sumber bantuan berasal dari Dinas Sosial (Dinsos) Kukar yang mulai disalurkan pada Rabu (26/8/2020).
Marsidik mengaku terkendala akses ke lokasi harus lewat jalur air. “Terkendala akses menuju ke Desa Liang Buaya," ujar Marsidik.
Bantuan yang akan disalurkan ke Desa Liang Buaya, berupa logistik kebutuhan dasar. Sementara untuk bangunan yang terdampak akan ditangani secara bertahap. Terlebih dahulu akan didata dan diverifikasi, berapa tingkat kerusakan masing-masing bangunan milik warga. (adv)
Penulis: Sabri
Editor: M.Huldi