"Insyaallah ada penambahan, kemudian nanti bakal dibahas bersama leading sector di BPBD, dan OPD yang bersangkutan dihadirkan," kata Sunggono dikonfirmasi Korankaltim.com, Kamis (20/8/2020).
Sunggono menjelaskan, verifikasi tersebut nantinya untuk menyortir usulan-usulan yang urgen dan sesuai kebutuhan saat ini.
Diproyeksikan, anggaran penanganan Covid-19 ini nantinya berkisar Rp50 miliar atau setengah besaran refocusing anggaran di awal pandemi Covid-19.
Mengingat kebijakan antara Pemerintah Pusat dan daerah yang bersifat linier, Pemkab Kukar bakal terfokus pada pembiayaan di bidang kesehatan. Terutama terkait dengan penelusuran kasus kontak erat di kalangan masyarakat dan penyediaan alat diagnosa untuk mengidealkan angka positivity rate kasus Covid-19.
"Sekarang kita harus mengadakan telusur kasus, minimal ada 500-700 orang yang didiagnosa setiap minggunya. tiap Minggu merapid 500-700 orang, itu yang harus kita anggarkan," bebernya.
Untuk anggaran bidang pengaman sosial, rencananya dikurangi. Mengingat saat ini sudah memasuki masa relaksasi pengetatan sosial.
"Sekarang kita fokus pada penanganan. Karena kasus masih banyak, dan masa relaksasi sudah dilakukan, jadi bagaimana penanggulangan saja," demikian Sunggono. (ADV)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi