“Bisa kita lihat partisipasi dari tim penggerak PKK Kecamatan untuk mengikuti Festival Pangan Lokal B2SA ini, Alhamdulillah partisipasi mereka cukup tinggi. Tadi kita lihat berbagai macam variasi olahan pangan lokal secara kreatif mereka sajikan,” kata Wahly kepada korankaltim.com, Kamis (13/8/2020).
Wahly menjelaskan festival pangan lokal ini diharapkan mampu menambah pendapatan masyarakat dan turut meningkatkan keragaman kearifan lokal yang ada di masing-masing kecamatan.
“Intinya kita ingin nanti ini bisa bersifat untuk menambah pendapatan keluarga, makanya disajikan dalam bentuk kemasan dan dalam bentuk box, jadi bisa dipasarkan dengan menggunakan bahan-bahan pangan lokal yang ada di sekitar kita,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, seluruh kecamatan di Kabupaten Kukar diundang, tetapi yang berkesempatan ikut serta hanya delapan kecamatan saja.
Hal ini tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan ruang gerak serba terbatas.
“Sebenarnya kita undang semua, ya kita maklum saja karena pengaruh pandemi Covid ini. Yang pasti kita pastikan dan berharap semoga kegiatan seperti ini bisa terlaksana setiap tahun sebagai bentuk komitmen kita bersama dalam meningkatkan pangan lokal,” pungkasnya.(adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi