Camat Tabang Paisyal mengatakan, ada 13 desa yang sangat terdampak dari amblasnya pondasi Jembatan Long Jalin ini.
"Ada 13 desa, mulai dari atas itu Desa Muara Tuboq, Muara Kebaq, Muara Salung, Muara Tiq, Muara Belinau, Sidomulyo, Umaq Bekuai, Bila Talang,
Kampung Baru, Tabang Lama, Umaq Tukung, Muara Pedohon dan Desa Umaq Dian tempat lokasi jembatan tersebut," katanya kepada korankaltim.com, Senin (10/8/2020).
Paisyal mengungkapkan kondisi jembatan tidaklah secara keseluruhan rusak, namun hanya bagian pondasi saja yang disebabkan arus deras sungai jalin dan curah hujan tinggi yang menyebabkan pasang air sangat tinggi. Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka-luka pada saat kejadian.
"Menurut informasi masyarakat, bangunan jembatan itu sejak 2016-2017. Yang pasti kami berharap dalam pembangunannya kedepan ada peningkatan pondasi, namun saat ini kami menunggu saja kajian teknis yang dilakukan oleh Dinas PU, saat ini dan sejak kemarin Kepala Dinas PU sudah ada disini untuk survey dan melakukan perhitungan," ungkapnya.
"Saat ini jembatan kayu Ulin sebagai jembatan darurat diharapkan masih bisa menanggulangi akses untuk warga. Diminta warga tetap hati-hati dalam melintas," pungkas Paisyal.(adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdianto