Kepala Desa Tukung Ritan Ubang Ului mengatakan, tak terdapat jalur alternatif di kawasan itu. Sehingga, harus lewat sungai. Pasca jembatan amblas, sementara ini sedang dibuatkan jembatan darurat yang hanya dapat dilalui roda dua dan roda empat berukuran kecil. "Kalau untuk truck dan sejenisnya belum bisa,” kata Ubang Ului kepada Korankaltim.com, Minggu (9/8/2020).
Ubang mengungkapkan, total 13 desa yang ada di Kecamatan Tabang terdampak akibat musibah amblasnya Jembatan Long Jalin ini. Meski saat ini jembatan darurat sudah bisa difungsingkan, dirinya berharap agar jembatan permanen yang menggantikan jembatan yang amblas segera dibangun oleh Pemkab Kukar.
“Pembuatan jembatan darurat ini mulai kemarin sampai tadi malam dibuat, hari ini sudah bisa difungsikan secara pelan-pelan. Pendanaan seperti apa saya tidak tahu persis,” ungkapnya.
Ia menyebut, faktor penyebab terjadi amblasnya jembatan dikarenakan derasnya arus sungai Penjalin yang mengakibatkan abrasi terus menerus mengikis pondasi jembatan. “Pasang surut serta arus deras sungai penjalin juga hujan, itulah yang menyebabkan jembatan amblas itu. Sungai penjalin menghubungkan 13 akses desa yang ada di Tabang. Ya cukup vital akses ini, kami perwakian warga berharap segera dibangun dan nanti dibangunnya harus lebih kokoh lagi,” sebutnya.
“Harapan kita selaku masyarakat ini, kalau membangun itu jangan asal-asal lah, itu kan bangunannya dari APBD tetapi kok bangun jembatan kok kayak gitu kontruksinya, belum genap 10 tahun kok sudah hancur,” pungkas Ubang.(adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi