“Untuk peningkatan ekonomi masyarakat, meskipun pasar itu letaknya di Desa Bangun Rejo, tapi saya ingin menghidupkan perekonomian seluruh Tenggarong Seberang,” kata Kepala Desa (Kades) Bangun Rejo Suprapto kepada Korankaltim.com, Jumat (7/8/2020).
Prapto sapaan akrabnya berharap, meski pasar saat ini kembali sepi akibat Covid-19, namun ia terus melakukan rumusan dan kajian agar pasar Bangun Rejo bisa perlahan ramai kembali seperti ketika awal beroperasi Januari lalu.
“Saya telah membuat rumusan, dan menyebar proposal. Sebagai persiapan jika perekonomian kembali bergairah. Jadi, pada saaatnya pasar Bangun Rejo yang memang diproyeksikan untuk pasar Induk-nya Tenggarong Seberang ini sudah siap,” terangnya.
Rencana Pemerintah Desa (Pemdes) Bangun Rejo untuk merealisasikan pasar induk tidak main-main. Lahan yang dulunya milik PT Kitadin pun telah dialihkan kepemilikannya.
“Tanah itu sekarang sudah atas nama pemdes, sudah legal secara hukum. Lahan itu ada 4 hektare. Tapi, yang terpakai ini tidak lebih 1 hektare. Sisanya itu dataran gunung dan kolam,” ungkapnya.
Prapto membeber, jika nanti proposal yang disebar disetujui, maka dananya akan digunakan untuk melakukan pematangan lahan. Mulai dari menimbun kolam, dan meratakan tanah berbukit.
"Kami harap upaya ini didukung masyarakat dan Pemerintah Kabupaten, Kukar” pungkas Prapto. (Adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdianto