Kecamatan yang dihuni sekitar 5.713 Kepala Keluarga (KK) ini, berada di area dataran sedang hingga rendah. Sehingga penduduknya mayoritas bermukim di sepanjang aliran Sungai Mahakam dan Sungai Muntai serta danau Perian, danau Sepatung dan danau Batu bumbun. Oleh karenanya, tidaklah mengherankan jika lebih dari separuh warga Kecamatan Muara Muntai memanfaatkan perairan sungai dan danau sebagai wadah untuk mengais rezeki.
Data menunjukkan, tak kurang 1.758 KK berprofesi sebagai pembudidaya ikan dengan media kolam maupun keramba. Dan lebih dari 2.163 KK menggeluti usaha perikanan tangkap. Dalam satu tahun,produksi ikan di kecamatan ini melalui budidaya perikanan sekitar 3.579.85 ton, sementara untuk perikanan tangkap mampu menghasilkan paling tidak 7.061.88 ton.
Untuk itu, Kecamatan Muara Muntai yang terkenal sebagai tempat jembatan kayu terpanjang, juga dikenal sebagai salah satu kecamatan penghasil ikan sungai dan danau di Kukar.
Sekretaris Kecamatan Muara Muntai Bahruddin, dalam kesempatan wawancara menjelaskan, terdapat setidaknya 2.898 kapal yang digunakan sebagai sarana penangkapan ikan baik di sungai maupun danau. Di samping itu, terdapat keramba di sepanjang perairan sekitar 3.242 hektar sebagai sarana budidaya perikanan.
Pandemi Covid-19 yang merebak sejak Maret 2020 di penjuru dunia termasuk Indonesia. Kaltim dan Kukar, terkhusus di Kecamatan Muara Muntai tentu berimbas pada pelbagai sektor kehidupan. Tapi, terpuruknya sektor ekonomi musabab Covid-19, nyatanya tak berdampak sama sekali bagi masyarakat Kecamatan Muara Muntai. Pasalnya, produksi nelayan tetap stabil. Baik tangkap maupun budidaya.
"Bahkan untuk pemasaran produk, justru nelayan kami sering kewalahan memenuhi permintaan para pembeli yang langsung datang ke lokasi," ujar Baharudin.Ia menuturkan, andai saja teknologi menyentuh usaha para nelayan seperti teknologi benih, teknologi cool storage dan tehnologi penangkapan yang ramah lingkungan agar sustainable, maka kesejahteraan nelayan akan meningkat dari tahun ke tahun.
"Andai saja warga Kecamatan Muara Muntai terakomodir dalam kelompok usaha koperasi nelayan, untuk mewadahi usaha mereka. Baik sebagai pengumpul ataupun sebagai usaha simpan pinjam, maka saya yakin Muara Muntai semakin maju dan berkontribusi besar dalam pembangunan untuk Muara Muntai sendiri, Kabupaten Kukar dan Kalimantan Timur secara umum," ungkapnya. ( Adv)
Editor : Rusdianto