Menurut Supariyo, kasus positif yang terjadi di Loa Janan Ulu adalah imported case, yang dibawa dari luar daerah.
"Kami minta warga desa yang terima tamu luar daerah, wajib koodinasi dengan RT dan wajib tunjukkan hasil rapid test atau swab,” kata Supariyo kepada korankaltim.com, Rabu (5/8/2020).
Upaya pencegahan lain, dilakukan dengan memberi imbauan kepada masyarakat agar mengenakan masker. Pemerintah desa, bahkan disebut siap memfasilitasiwarga yang tak punya masker.
Selain itu, penyemprotan disenfektan rutin dilakukan di fasilitas umum dan rumah-rumah warga. Rapid test massal, lanjut Supariyo juga sudah dilakukan di pasar tradisional Loa Janan. 143 orang pedagang di pasar mendapat hasil non reaktif.
Di tengah kesibukan menjalankan kegiatan pencegahan dan penularan Covid-19, kegiatan pembangunan infrastruktur disebut Supariyo tetap berjalan.
Sejumlah proyek seperti pembangunan drainase, gorong-gorong, semenisasi jalan, hingga bedah berjalan normal.
"Dan target tahap 1 kemarin dari 11 item, alhamdulillah selesai semua. Harapannya masyarakat mendukung penuh apa yang diupayakan pemerintah desa,” pungkas Supariyo.[adv]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdianto